Terkait dengan kemenangan SBY - Boediyono, Komarudin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), menyatakan, SBY menjadi pilihan mayoritas umat Islam karena faktor figurnya dan partai demokrat yang dinilainya 'friendly' dengan Islam.
Klaim di atas semakin diperkuat dengan adanya fakta bahwa dukungan dari tokoh dua ormas Islam terbesar (NU dan Muhammadiyah) di Indonesia kepada pasangan tertentu tidak sanggup mendorong jamaahnya untuk mendukung pilihan para tokohnya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pun para kiayi/ ulama hanya memposisikan diri sebagai pemimpin spiritual dan ritual belaka. Sementara kepemimpinan politik dibiarkan diambil oleh para politikus.
Inilah buah dari sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan khususnya kehidupan politik). Padahal, Islam tidak pernah memisahkan antara urusan politik dan urusan agama. Sehingga, seorang ulama pun seharusnya kembali pada peranannya sebagai pewaris nabi (waratsatul anbiya'). Bukan sekedar menguasai khazanah pemikiran Islam. Baik yang menyangkut akidah maupun syariah.
Tapi, lebih dari itu harus berupaya menerapkan akidah dan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan (ekonomi, politik/ pemerintahan, pendidikan, sosial, hukum/ peradilan, politik luar negeri, dan lain-lain). Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat yang senantiasa berjuang menegakkan syariah Islam dalam institusi Negara.
Ira Susilah
Jl Gegerkalong Girang No 27 Bandung
085659284025
Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia.
(msh/msh)











































