Krisis Dunia Belum Usai

Krisis Dunia Belum Usai

- detikNews
Selasa, 21 Jul 2009 10:19 WIB
Krisis Dunia Belum Usai
Jakarta - Kabar bahwa perekonomian negara-negara Barat telah memperlihatkan tanda-tanda pemulihan ekonomi adalah salah. Karena hanya memperhatikan beberapa hal saja seperti naiknya harga minyak dan komoditi di Pasar global. Tentu kita harus memperhatikan juga tingkat produksi perusahaan, angka pengangguran, dan lain-lain.

Dengan demikian akan tampak bahwa perekonomian dunia belum pulih dari krisis. Fakta faktanya adalah:

Kondisi Perekonomian AS: Angka Pengangguran 8.9%, tingkat pendapatan nasional turun 6.1%, investasi AS turun 38%, ekspor barang dan jasa 45%, angka kegagalan kredit naik 46%. Selain itu pemerintah Amerika Serikat telah menyutikkan uang miliaran dolar pada bank-bank yang ambruk dan perusahaan yang terlilit utang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

menurut New York Times kondisi perekonomian global, perekonomian negara-negara berkembang, melalui kuartal paling buruk. Perekonomian negara OECD pada tahun 2008 turun 4.2% Amerika Serikat turut andil 0.9%, Jepang 1%, Eropa 1.3%, dan negara-negara lain 1%.

Sebab, kenaikan harga saham adalah di antaranya, pertama, suntikan dana pemerintah Amerika Serikat kepada AIG. Lalu, AIG mentransfer danan tersebut ke sejumlah bank. Kemudian bank-bank tersebut mengumumkan keuntungannya. Akhirnya harga saham pun naik.

Kedua, Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan programnya untuk menopang bank-bank AS dengan tujuan untuk memberikan sugesti bahwa bank tersebut dalam kondisi baik. Padahal setelah tujuan tercapai harga saham turun kembali.

Ketiga, Bank Sentral Amerika Serikat dan Bank Sentral Inggris membeli aset-aset beracun milik berbagai bank dan akhirnya mengakibatkan terjadinya inflasi. Semua itu membuktikan bahwa bangunan ekonomi yang tidak didasarkan pada Taqwa pasti Rapuh dan akan runtuh. Termaksud Ekonomi Kapitalisme.

Anisa
Jl Karangan No 64 Surabaya
lovedinie@yahoo.com
03177952370



(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads