Perampokan yang di legalkan oleh para elit negara pun semakin menjadi-jadi. Para perampok tersebut tampak santai tanpa beban ketika menguras habis sumber daya alam, manusia dan uang di negara kita.
Jika kita mengacu pada pendekatan teori perubahan sosial dari George Simmel kondisi perubahan radikal akan terbangun dari kesadaran yang muncul melalui proses pemaksaan natural. Simmel di sini melihat munculnya perlawanan bergerak melebihi konsep-konsep pembangunan dalam konteks perubahan sosial suatu masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dengan membagi kategori-kategori kelas dalam masyarakat kita. Oleh sebab itu diperlukan sebuah resep revolusi yang sesuai dengan garis masyarakat kita.
Revolusi Indonesia diperlukan dengan melalui beberapa tahapan penting yang mampu menanamkan energi perubahan pada setiap individu dan masyarakat kolektif untuk mendorong sebuah kesadaran rasional. Sehingga, makna revolusi tidak akan tertanam pada otak dan sendi-sendi psikologis masyarakat sebagai suatu bentuk kegelapan, ketakutan, dan antagonisme yang mengerikan.
Ada beberapa jalan dalam suatu perubahan politik massa. Menurut pakar teori revolusi barat dari Princeton University, Manfred Halpern, yang menyebut bahwa revolusi politik dalam era modern dapat berjalan ketika elemen-elemen psikologis dan material dapat terjawab dalam masyarakat tertentu.
Artinya di zaman modern yang sangat rasional ini suatu poros revolusi politik hanya dapat dilegitimasi oleh massa rakyat ketika keyakinan akan perbaikan ekonomi, sosial, dan politik benar-benar terlihat bentuknya sebelum proses perubahan terjadi.
Dalam konteks ke-Indoensia-an, perekonomian menjadi faktor fundamental ketika standar kehidupan semakin meningkat. Namun, pemaksaan kekuasaan terhadap rakyatnya untuk kemiskinan, kebodohan, dan menjadi cacat dalam kesehatannya semakin menjadi-jadi diakibatkan oleh mahalnya biaya hidup dan sarana-sarana kehidupan layak yang harus ditanggung oleh rakyat.
Berbagai pendekatan yang diakui oleh para pelakunya sebagai sebuah aksi reformis telah gagal berkali-kali. Hasil yang diharapkannya pun belum nampak. Oleh karena itu revolusi adalah salah satu cara yang harus diyakini untuk menjawab persoalan ini.
Permasalahannya bagaimana revolusi dapat tercapai secara nyata adalah para penggerak perubahan yang menjadi agen-agennya harus benar-benar mampu menyiapkan sebuah plattform dalam pergerakan revolusinya. Tidak hanya dalam poros politik. Namun, juga mengikuti poros-poros ekonomi dan keadilan sosialnya.
Jika ini mampu muncul di tengah-tengah rakyat Indonesia yang hidup di dalam pembusukan sistem negara sampai hari ini maka keyakinan akan sebuah kemajuan dapat diyakini secara mutlak oleh rakyat.
Revolusi menurut Fidel Castro adalah sebuah tindakan spiritual. Oleh karena itu kekuatan utama untuk mencapai solidaritas dan kesadarannya adalah "moral." Moralitaslah yang akan menjadi ruh dalam pergerakan revolusi Indonesia. Berkaitan dengam hal ini sudah saatnya kita mulai merenungkan dalam hal pemunculan moralitas kebangsaan dan kerakyatan yang mampu memberikan kekuatan perubahan.
Ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua yang benar-benar secara lahir batin memerlukan masa-masa kebaikan dalam sebuah negeri yang dihuni oleh rakyat yang dewasa dalam berpikir dan bermoral kuat untuk sebuah perubahan. Tantangan bagi para revolusioner sejati ini.
Mudah-mudahan akan mendorong keselarasan ide dan kekuatan politik rakyat yang kuat, tegas, namun mampu bekerja sama dalam melengkapi kebutuhan dan kepentingangan bagi seluruh poros keadilan sosial. Salam Revolusi.
Yudi Syamhudi
Berbah Yogyakarta
Ysyamhudi@yahoo.com
08562887091
Penulis adalah Sekjen Pergerakan Revolusi Indonesia)
(msh/msh)











































