Membangun Wawasan Kebangsaan dan Pembentukan Karakter Kaum Muda

Membangun Wawasan Kebangsaan dan Pembentukan Karakter Kaum Muda

- detikNews
Rabu, 15 Jul 2009 17:26 WIB
Membangun Wawasan Kebangsaan dan Pembentukan Karakter Kaum Muda
Jakarta - Kebangsaan adalah istilah lain dari nation atau bangsa. Filsuf Jerman Ernest Renan menyebutnya d'etre ensemble atau sekumpulan komune yang hidup bersama. Sedangkan pemikir lainnya Otto von Bauer mendefinisikan sebagai sekumpulan kaum yang berdiam di wilayah yang sama dan memiliki kesamaan masa lalu (sejarah). Dan, Ir. Sukarno menyebutnya sebagai sekumpulan masyarakat yang hidup bersama di suatu wilayah (geopolitik) yang memiliki kesamaan sejarah dan cita-cita bersama.

Geopolitik adalah unsur terpenting dalam membentuk wawasan kebangsaan. Geopolitik merupakan konstelasi geografis suatu bangsa atau Negara. Jadi geopolitik Indonesia adalah posisi geografis dan geostrategik Indonesia dalam peta bumi. Pemahaman geopolitik menentukan kualitas pemahaman kaum muda terhadap eksistensi NKRI.

NKRI harus juga dipahami sebagai konsep nasionalisme atau ideologi kebangsaan Indonesia. Nasionalisme Indonesia adalah paham kebangsaan yang tidak Chauvinistis --hanya bangsanya sendiri yang benar dan bangsa lain salah, tidak juga yang Xenophopic --serba anti asing pokoknya yang berbau asing adalah musuh. Tidak juga berwatak Koboisme atau maunya menaklukkan bangsa lain untuk membentuk imperialisme. Namun, nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme kemanusiaan, meminjam istilah Mahatma Gandhi: my nationalism is humanity.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agenda lain yang perlu direvitalisasi adalah pembentukan karakter bangsa (nation character building). Membangun watak kebangsaan kaum muda berarti memperkuat karakter bangsa.

Tujuan pokok membangun karakter bangsa adalah menjadikan kaum muda cinta tanah air, cinta produk dalam negeri, memiliki toleransi tinggi terhadap sesama warga bangsa, serta mempunyai wawasan dan apresiasi atas budaya dan kebudayaan bangsa disertai pemahaman akan pentingnya perdamaian dunia.

Bob R Randilawe SIP
Wisma Daria Lt 3
Jl Iskandarsyah No 7 Blok M Jakarta Selatan
my_progress@yahoo.com
081510666338

Penulis adalah Direktur Eksekutif Centre for Business and Association Studies / CEBAS.



(msh/msh)


Berita Terkait