Namun, benarkah perekonomian global telah pulih kalau hanya melihat naiknya harga minyak. Tentu saja hal itu tidak cukup.
Seharusnya kita juga memperhatikan tingkat produksi perusahaan-perusahaan, total GDP, angka pengangguran, harga barang-barang konsumsi, besaran belanja rumah tangga dan perusahaan, jumlah kredit perumahan, dan pengumuman kebangkrutan yang terus terjadi pada sejumlah perusahaan besar seperti General Motor, dan lain-lain. Juga gejala-gejala perekonomian lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkat pendapatan nasional menurun 6,1 % pada kuartal pertama tahun ini. Investasi di AS juga menurun 38% dalam satu tahun. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat telah menyuntikkan uang miliaran dolar pada bank-bank yang ambruk dan perusahaan-perusahaan yang terlilit utang.
Itu semua menunjukkan fakta sebenarnya bahwa kondisi perekonomian global belum pulih dari krisis. Bahkan, masih akan terus didera krisis.
Penyuntikkan dana yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap sejumlah bank dan institusi, program untuk menopang bank-bank Amerika, dan rencana untuk mulai membeli aset-aset beracun milik berbagai bank, surat-surat utang, dan aset-aset lembaga keuangan yang ambruk melalui bank Sentral Amerika Serikat merupakan tiga hal yang menjadi jawaban bagaimana bisa terjadinya kenaikan di pasar saham dam pasar barang dan jasa. Namun, semua upaya yang telah dilakukan Amerika Serikat tersebut tampaknya hanyalah penundaan ambruknya perekonomian.
Amerika Serikat menginginkan membuat mata dunia percaya bahwa perekonomian dunia dalam kondisi baik dan akan pulih dengan apa yang telah diusahakan pemerintah Amerika Serikat dan menumbuhkan keyakinan dan sugesti bahwa sistem Kapitalis mampu menyelesaikan masalah perekonomian global.
Namun, di balik itu semua bisa jadi pemerintah Barat justru akan semakin menenggelamkan pasar uang ke kubangan inflasi. Ambruknya pasar barang dan munculnya gelembung mata uang yang bisa meletus menyebabkan penderitaan terbesar yang disaksikan oleh dunia saat ini.
Semua hal yang telah dipaparkan di atas seharusnya sudah cukup menjadi bukti bagi kita untuk tidak berharap pada solusi yang ditawarkan oleh bangunan ekonomi Kapitalisme yang sudah rapuh sejak awal. Semua aspek kehidupan pada akhirnya akan ambruk bila kita tetap meneguhkan sistem ekonomi yang tidak didasarkan pada takwa (syariah Islam). Cepat atau pun lambat bangunan ekonomi Kapitalisme suatu saat akan runtuh.
Kartika
Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung
car_ticeu87@yahoo.co.id
(msh/msh)











































