Rencana Mitigasi Kemusnahan Orangutan Memang Bagus

Rencana Mitigasi Kemusnahan Orangutan Memang Bagus

- detikNews
Sabtu, 27 Jun 2009 18:05 WIB
Rencana Mitigasi Kemusnahan Orangutan Memang Bagus
Jakarta - Pembantaian orangutan menjadi berita besar di London Inggris. Berita ini dimuat oleh Koran Inggris, Daily Exprees, UK pada tanggal 28 Mei 2009. Dalam laporan itu diberitakan pembantaian orangutan di Indonesia terutama di Kalimantan.

Ada pun faktor pembantaian adalah pembuka-pembuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit yang berlebihan. Dengan proses yang tidak terkontrol ini dalam satu dekade ke depan orangutan akan punah.

Pembuka lahan membunuh orangutan karena dianggap sebagai hama penganggu. Di dalam berita itu juga digambarkan keserakaan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam membuka lahan kelapa sawit. Ada pun argumennya adalah sebenarnya kelapa sawit bisa ditanam di lahan yang sudah rusak atau bekas HPH. Namun, hampir semua izin pembukaan lahan kelapa sawit diberikan di daerah yang masih ada hutan alam.

Jelas keserakaan untuk mengambil keuntungan yang berlebihan dalam proses pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit ini. Dengan membuka lahan dari hutan alam si pengusaha mendapatkan kayu yang hampir ratusan tahun umurnya dipotong dan dijual untuk produk kayu.

Kiat lama yang dipakai baron kayu ketika pada zaman Orde Baru. Rupanya kiat ini masih berlangsung. Pasti semua kebagian toh. Malah lebih serakah lagi setelah diambil kayunya perkebunan ditinggal. Inilah yang menyebabkan pembantaian orangutan yang tinggal dihutan alam dan hutan hujan tropis.

Hutan hujan tropis penting untuk menyelamatkan orangutan terutama hutan tropis di Kalimantan di mana 90% orangutan masih hidup. Selain intu hutan hujan tropis penting untuk menjaga kesehatan planet bumi. Hutan ini mecegah pemanasan bumi dengan mengabsorbsi karbondioksida. Bagian penting dari siklus air dan pencegah kekeringan. Di hutan hujan tropis ada juga 420 spesies burung, 210 mamalia, 254 reptilia, dan 368 jenis ikan airtawar.

Jumlah populasi orang-utan menurut data Direktorat Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam diperkirakan ada 61,234. Dari jumlah tersebut 54,567 hidup di Pulau Kalimantan dan 6,667 di Pulau Sumatera. Lebih rinci lagi ada 4,825 orangutan di Kalimantan Timur, 31,300 di Kalimantan Tengah, 7,425 di Kalimantan Barat, Serawak, dan Sabah.

Di Sumatera, orangutan ada 43 di Seulawah, 103 Aceh Barat, Aceh Timur (337), Leuser Barat (2,508), Sidiangkat (134), Leuserย  Timur (1,042), Tripa (280), Trumon-Singkil (1,500), Rawa Singkil Timur (160), Batang Toru Barat (400), dan Sarulla Timur(150).

Willie Smits, pendiri Borneo Orangutan Survival foundation, telah menampung 1.000 orangutan di pusat rehabilitasi orangutan. Orangutan yang ditampung adalah korban dari pembukaan perkebunanan kelapa sawit di Kalimantan. Industri kelapa sawit dunia beromsetkan 14 miliar poundsterling.
ย 
Lone Droscher-Nielsen, salah satu pejuang orang-utan, mantan pramugari Swiss Airline SAS menjaga 600 orangutan di Nyaru Meneteng Centre di Kalimantan Tengah. Lone mengatakan akibat pembukaan lahan kelapa sawit, setiap 30 detik hutan hujan tropis dibabat sebesar satu lapangan bola.

Seabad lalu ada 300.000 orangutan. Namun, dalam sepuluh tahun ke depan mereka akan punah.

Dalam memitigasi kemusnahan orangutan pemerintah telah merencanakan beberapa program. Program-program tersebut adalah pendidikan konservasi, penelitian mengenai konservasi orangutan yang berkesinambungan, meningkatkan kerja sama dengan masyarakat lingkungan.

Program pemerintah ini juga membentuk forum untuk memonitor penegakan peraturan, pengaturan penebangan pada habitat orangutan, mengeluarkan undang-undang melarang pertambangan di kawasan habitat orangutan, dan penegakan hukum dan patroli melawan penyelundup satwa. Semu akan akan dicapai pada tahun 2017.

Rencana memang bagus. Tapi, kenyataanya kita tunggu.
ย 
Mohamad Rayan
Jln Imam Bonjol No 80 Jakarta
konservasiindonesia@yahoo.com
081586781831


(msh/msh)


Berita Terkait