Pesan Pedagang Kepada Capres Cawapres

Pesan Pedagang Kepada Capres Cawapres

- detikNews
Selasa, 23 Jun 2009 17:34 WIB
Pesan Pedagang Kepada Capres Cawapres
Jakarta - Ketika kampanye pemilihan presiden (pilpres) Indonesia 2009 - 2014, tepatnya pada tanggal 12 Juni 2009, merupakan hari bersejarah bagi Kota Malang, khususnya kios pedagang tempe di Kecamatan Belimbing Malang. Malang merupakan bagian dari berbagai kota yang dijadikan sasaran untuk berkampanye sosok calon pemimpin yang gagah berwibawa itu yang akrab disapa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

Dengan ramahnya SBY menyapa para pedagang kios seakan sudah akrab dan pernah ketemu sebelumnya. Disambut senyum istri yang siap setia mendampingi SBY ke mana pun beliau bertugas. Baik ketika menjadi Ibu Negara dan menjadi calon Ibu
Negara generasi selanjutnya.

Berselang waktu berlalu dengan padatnya rentetan acara kampanye membuat waktu serasa singkat bagi para pedagang dan warga untuk bertemu calon pemimpin negara ini pada periode 2009-2014. Banyak hal kiranya yang akan disampaikan para masyarakat khususnya pedagang sebagai pesan apabila SBY berhasil menginjakan kaki untuk kedua kalinya di istana negara sebagai pemimpin negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya yang dapat kita ambil dari keluhan mereka selama ini adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap usaha-usaha menengah ke bawah yang semakin tertindas dengan sektor besar. Unit-unit usaha berdiri dengan sangat susah. Seyogyanya bagi pemerintah untuk tahu akan permasalahan para pedagang asongan. Baik yang bertempat maupun tidak bertempat.

Seirama dengan itu semua para calon pemimpin ini dengan semangatnya menggaungkan visi dan misi sebagai tameng mengubah Indonesia kepada kemajuan. Di antaranya hampir setiap calon mendeklarasikan masalah perekonomian.  Rencana-rencana yang mereka canangkan sangat brilian hingga tak kuasa melihat harapan besar masyarakat agar tercapainya visi misi tersebut.

Tetapi, di lain sisi terdapat pula keluhan yang kontra terhadap berbagai visi dan misi capres bagi kemajuan negri ini. Pesimis menyelimuti para pedagang asongan yang merasa bahwa sebesar apa pun visi dan misi untuk mengubah perekonomian tetapi tidak bisa mengubah keadaan mereka.

Berbagai macam halangan dan keadaaan yang semraut menjadikan mereka kebal akan program yang dicanangkan pemerintah hingga ada yang berkata "kalau bukan pemimpinnya yang turun berdagang seperti kita mana akan tahu apa yang kita rasakan".

Teguran sekaligus tantangan yang diberikan rakyat pada calon pemimpin untuk mengubah tatanan perekonomian yang lebih baik. Bukan hanya dalam sektor non real dan real saja. Tetapi, perhatikan juga mikro yang menengah ke bawah. Sekilas mata memang tidak terlihat kesulitan yang mereka alami, karena kurangnya perhatian dari pemerintah sedikit demi sedikit akan mempengaruhi sektor perekonomian masyarakat.

Maka dari itu dengan berbagai visi dan misi para calon pemimpin seyogyanya dapat memayungi dan memberi perhatian kepada masyarakat pedagang menengah ke bawah. Baik itu berupa materi dan motivasi.

Jangan hanya memerlukan suara dari mereka. Tapi, berikanlah mereka hak untuk bersuara atas apa yang mereka rasakan dan doa untuk mereka sebagai tangga untuk menuju keberhasilan bagi mereka, masyarakat, dan negara. Bimbing terus mereka karena ada surga di mata meraka yang selalu membayangi dan menuntun kepada sebuah kemajuan "Hidup Negeriku Hidup Bangsaku".

Elvan Syaputra
Centre for Islamic and Occidental Studies
Ponorogo
elvansyaputra@gmail.com
085267354065


(msh/msh)



Berita Terkait