Komentar penulis jelas sangat subyektif alias dipenuhi bias. Sebias-biasnya. Sama seperti komentar banyak "ahli" akhir-akhir ini.
Penulis ingin mengucapkan 'salut' pada beberapa politikus (bukan politisi. Politisi adalah kata serapan dari kata politician. Kita tak memerlukan kata serapan bila sudah memiliki padanan kata yang pas untuk hal yang sama yaitu politikus) yang menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Salut Kepada Ibu Megawati Soekarnoputri
Salut. Anda adalah presiden wanita pertama yang dimiliki bangsa Indonesia. Inilah bukti bahwa bangsa Indonesia tak terjebak dalam diskriminasi gender.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salut pada Ibu Megawati Soekarnoputri. Anda melanggar ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam deklarasi kampanye damai yang cuma mengizinkan sepuluh menit pertunjukan budaya dan sepuluh menit orasi politik. Sebuah contoh yang baik untuk Bangsa Indonesia.
Salut pada Ibu Megawati. Setelah mendapatkan manfaat dari nama besar ayah anda dan masuk ke Partai Demokrasi Indonesia anda menjadi tokoh nasional sampai menjadi presiden. Namun, siapa yang melihat usaha anda untuk merehabilitasi nama ayah anda yang telah dicemarkan oleh orde baru.
Anak buah anda dizalimi dalam peristiwa 27 Juli. Sekali lagi, siapa yang mendengar anda mengusut pelakunya. Sekali lagi 'salut'. Kita tak butuh sejarah. Kita tak butuh masa lalu yang sudah usang. Sebagai banteng kita harus menatap ke depan saja. Kita harus pragmatis dan maju terus pantang mundur.
Salut Kepada Bapak Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Salut anda sudah menunjukkan kemampuan anda bersosialisasi yang terbukti dengan kedekatan anda dengan (mantan) Presiden Soeharto, Habibie, Gus Dur, dan kini dengan Megawati Soekarnoputri. Cuma orang yang benar-benar supel yang bisa melakukan hal macam ini.
Salut anda adalah seorang anak yang bertanggung jawab. Setelah Prof Soemitro meletakkan dasar ekonomi orde baru yang anda sebut Neoliberal itu anda kini bertekad membereskan semua kekacauan buatan ayah anda sendiri. Sekarang anda ingin membereskan warisan ayah anda dengan ekonomi kerakyatan. Sungguh anak yang berbakti.
Salut pada Bapak Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Anda sudah menciptakan cabang genre fiksi ilmiah terbaru yang bernama 'Ekonomi Kerakyatan'. Saat Mao Zedong dan Robert Mugabe sudah gagal mewujudkan kemakmuran rakyat dengan ekonomi kerakyatan anda masih bisa berkata "Ekonomi Kerakyatan". Itu adalah fiksi ilmiah terbaik sepanjang sejarah. Anda pantas mendapatkan Piala Oscar untuk sumbangsih anda pada dunia teater.Β
Salut Kepada Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono
Ketika kedua capres yang lain memanfaatkan deklarasi damai untuk menyerang anda tetap pada prinsip bahwa deklarasi damai cuma untuk mendeklarasikan pemilu yang damai. Apakah anda lupa pada prinsip "memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan".
Tidak salut pada Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono. Setelah sekian lama menjadi jendral, menteri, dan terakhir lima tahun menjadi presiden, hartanya cuma tujuh miliar rupiah. Anda tak bisa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan seperti kedua lawan anda. Jadi, bagaimana anda bisa jadi presiden yang lebih cepat lebih baik?
Tidak salut pada Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono. Anda menolak prinsip lebih cepat lebih baik. Semua orang tahu cepat itu jauh melebihi tepat, benar, bersih, berprinsip, atau apa pun. Intinya: lebih cepat lebih baik.
Salut Kepada Bapak BoedionoΒ
Berani-beraninya anda membereskan perekonomian Indonesia saat diminta oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Muka menko ekuin sebelumnya mau ditaruh di mana kalau begitu. Apa anda tak punya perasaan. Sudah begitu anda bekerja dengan baik, membereskan semua kekacauan ekonomi, anda benar-benar mau mempermalukan menko ekuin sebelumnya yah.
Tidak salut pada Bapak Boediono. Sudah bertahun-tahun menjadi menteri, harta anda masih dibawah 100 miliar. Apa anda begitu kompak dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sampai-sampai mencontoh keluguannya.
Salut Kepada Bapak Mohammad Jusuf Kalla
Anda memilih Tugu Proklamasi sebagai tempat deklarasi pencapresan anda. Sederhana. Tak neko-neko.
Salut pada Bapak Mohammad Jusuf Kalla. Anda memilih motto 'lebih cepat lebih baik' yang teramat sangat benar. Cepat memang melebihi tepat, benar, bersih, berhati-hati, berkualitas, maupun apa pun. Intinya: Lebih Cepat Lebih Baik.
Salut pada Bapak Mohammad Jusuf Kalla. Dengan cepat anda menyatakan dampak Tsunami Aceh sebagai "kecil". Tanpa menunggu masukan lebih lanjut. Sungguh sesuai dengan motto anda. Lebih Cepat Lebih Baik.Β
Salut pada Bapak Mohammad Jusuf Kalla. Anda memproklamirkan bahwa bantuan langsung tunai (BLT) adalah program buatan anda. Ketika beredar kabar BLT adalah hasil utang dengan cepat anda berhenti mengatakan hal tersebut. Intinya: Lebih Cepat Lebih Baik.
Salut Kepada Bapak Wiranto
Tak banyak orang Indonesia namanya dimasukkan dalam daftar "tersangka
pelanggaran HAM berat". Tak banyak orang Indonesia yang bisa masuk dalam daftar itu. Sungguh sebuah prestasi besar.
Salut pada Bapak Wiranto. Anda berhasil membuat pasukan anda menembak para mahasiswa yang mengacau di Mei 1998. Para pengacau keamanan memang harus ditindak tegas.
Salut pada Bapak Wiranto. Anda sudah menunjukkan anda ini pro 'Wong Cilik'. Ketika kerusuhan Mei 1998 terjadi anda tidak (bisa) atau (mau) membuat pasukan anda menembak para penjarah yang merupakan 'wong cilik'. Anda lebih memilih atasan anda jatuh dari kursi presiden daripada mulai menembak para penjarah. Anda sungguh pro 'wong cilik'.
Sekali salut untuk semua yang patut disaluti. Tidak salut untuk yang tak patut disaluti. 'Salut'
Marcel Hizkia Susanto
Jl Pembangunan I No 19 Jakarta Pusat
marcel_hizkia_susanto@yahoo.co.id
081289393561
(msh/msh)











































