Eksklusivitas Ibu Prita Mulyasari: Momentum Terindah Bagi Rakyat

Eksklusivitas Ibu Prita Mulyasari: Momentum Terindah Bagi Rakyat

- detikNews
Senin, 08 Jun 2009 08:48 WIB
Eksklusivitas Ibu Prita Mulyasari: Momentum Terindah Bagi Rakyat
Jakarta - Pernahkah anda membayangkan suatu ketika dalam rutinitas keseharian yang anda lakukan sebagai warga negara Indonesia tiba-tiba menyaksikan suatu berita memprihatinkan dengan judul "Seorang balita dalam kapasitas sebagai tunas bangsa harus kehilangan hak untuk menyusui asi ibunya karena Sang Ibu dipenjara oleh dakwaan telah melakukan penipuan dan atau pencemaran nama baik melalui surat elektronik di dunia maya? Rabu petang saat liputan Media Televisi mengenai kasus Prita Mulyasari ditayangkan kita dapat melihat 2 catatan penting yang dapat menjadi masukan krusial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai warga negara Indonesia.

Catatan pertama adalah kemampuan Media Televisi untuk mengulas suatu kasus yang diduga berindikasi penerapan ketidakadilan bagi rakyat kecil di mana kasus tersebut seperti terlupakan atau terkesampingkan. Ini menjadi babak baru untuk memulai peran Media Televisi tidak hanya dalam teritori klise seputar berita komersil, dunia hiburan, dan tayangan-tayangan untuk pencapaian target rating semata-mata. Tetapi, telah bergerak menjadi pelopor bagi keberanian untuk menyuarakan keadilan bagi rakyat kecil Indonesia di tengah-tengah eksklusivitas dari citra Media Televisi itu sendiri.

Jadi, eksklusivitas itu bukan lagi hanya berpihak pada golongan penguasa. Tetapi, juga telah merangkul kelas menengah dan menengah ke bawah dari rakyat Indonesia. Kita harus akui ini adalah rasa manis yang masih bisa kita cicipi dari sekian rasa hasil reformasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan kedua, adalah reaksi cepat Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengeluarkan pernyataan untuk segera meninjau ulang kasus Ibu Prita dan mengusahakan pembebasannya. Reaksi yang terjadi hanya dalam waktu kurang dari 1800 detik dari sejak pemberitaan ditayangkan.

Menyusul sekitar 2 jam kemudian seorang Megawati Sukarno Putri menjenguk Ibu Prita di LP Tangerang. Inilah momentum terindah bagi rakyat Indonesia.

Apa pun yang menjadi motivasi yang mendorong kedua Cawapres melakukan hal tersebut sudah tidak berarti. Yang berarti adalah aksi, tindakan, kenyataan, yang Beliau-Beliau tunjukkan sehingga sekali lagi Eksklusivitas golongan penguasa bergeser arah mulai memeluk golongan rakyat kecil.

Apakah hanya untuk kampanye atau karena kuatnya empati kepada ketidakadilan yang dialami rakyat kecil yang menjadi motivasi bagi JK dan Mega untuk melakukan pendekatan tersebut --telah menjadi tidak penting. Relativitas motivasi ini telah dieliminasi oleh hasil dari intervensi yang JK dan Mega lakukan. Ibu Prita 'BEBAS' walaupun masih dalam status tahanan kota beberapa jam kemudian.

Kebebasan Ibu Prita Mulyasari menunjukkan bahwa ketidakadilan masih dapat dikalahkan dengan cepat oleh 2 (dua) pihak yang mau bergerak dalam pola aksi-reaksi. Pihak Media dan Pihak Penguasa.

Kebanggaan sebagai rakyat biasa kembali muncul dan sekali lagi apa pun motivasinya. Salut dan apresiasi tertinggi patut kita berikan kepada pihak Media Televisi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ibu Bangsa Megawati Sukarno Putri khusus dalam kasus Prita Mulyasari ini.

Mudah-mudahan kasus yang juga menjadi perhatian media regional seperti BBC dan yang lainnya ini akan menjadi pembelajaran penting bagi pihak-pihak yang mengatasnamakan keadilan dengan latar belakang kekuatan finansial untuk membuktikan kekuasaan yang mereka miliki mampu menindas kebenaran atau pun kesalahan dengan semena-mena.

Agustinus Nasir
agustinusnasir@gmail.com


(msh/msh)


Berita Terkait