Ekonomi Pasca Pemilu

Ekonomi Pasca Pemilu

- detikNews
Rabu, 08 Apr 2009 17:01 WIB
Ekonomi Pasca Pemilu
Jakarta - Hiruk-pikuk masa kampanye telah usai. Masing-masing partai politik telah memberikan janji kepada khalayak ramai. Masyarakat yang selama ini menghadapi naik-turunya siklus ekonomi menginginkan adanya keadaan ekonomi yang terasa secara langsung kepada mereka.

Ini adalah harapan yang selama ini menjadi pijakan dasar bagi mereka untuk menggunakan hak suaranya. Barangkali harapan masyarakat keadaan menjadi lebih baik. Idealis bukan. Sah-sah saja.

Dalam pandangan para tokoh politik yang cenderung memiliki dua arah dalam mencapai kemenangan yang satu berjuang dalam mempertahankan poisisi serta prestasinya dan yang lainnya terus menawarkan program-program perbaikan dan perubahan kita melihat sampai saat sejauh ini konsep ekonomi yang ditanamkan beberapa partai politik tidak begitu nyata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang, hanya ada satu partai politik yang berani menawarkan program ekonomi. Partai politik lainnya terkesan kurang memberi perhatian dalam menjelaskan program ekonomi yang ditawarkan saat menjalankan kampanye.

Lantas kondisi ekonomi bagaimnakah yang ideal bagi kita pasca diselenggarakannya pemilihan umum nanti. Dan, bagaimana pula para partai politik mengimplementasikan janji-janji mereka pada saat mereka tawarkan di musim kampanye yang baru saja lewat. Mungkin bagi kita inilah saat-saat di mana masyarakat secara luas ingin merasakan lebih dalam dampak diadakannya pemilihan umum dalam 5 tahun sekali.

Sebagai salah satu negara yang memiliki populasi terbesar di dunia Indonesia sering dijadikan sebagai tempat dilemparnya produk-produk dari berbagai negara. Para produsen melihat saat ini potensi pasar dalam negeri masih memiliki daya tarik tersendiri. Namun, tentu saja kedatangan produk-produk dari berbagai negara sejatinya bisa membawa manfaat bagi kemaslahatah masyarakatluas.

Pemerintah yang akan datang mesti berani melakukan pendekatan pendekatan komprehensif agar keyakinan para pengusaha dalam menanamkan investasinya merasa aman. Begitu juga halnya kalau ingin menciptakan pola ekonomi terpadu dengan lebih mengedepankan kebutuhan dalam negeri yang berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat dan menghidupkan kegiatan-kegiatan sektor riil lainnya sehingga industri dalam negeri dapat berperan.

Mungkin dengan cara seperti itu negara kita tidak lagi menjadi transit bagi para pemodal untuk melemparkan hasil-hasil produksinya. Jika demikian yang diinginkan geliat pertumbuhan ekonomi kita bisa menjadi lebih bagus.

Sektor pertanian tidak kalah pentingnya. Pemerintah yang akan datang harus lebih keras lagi untuk memberikan dan menaikkan kesejahteraan petani. Memang patut diakui bahwa keberhasilan dalam melaksanakan swasembada beras menunjukkan kepada dunia atas pencapaian maksimal tersebut.

Kondisi menggembirakan ini patut ditingkatkan pada pemerintahan yang akan datang. Terlebih lagi apabila anggaran untuk pengingkatan sektor pertanian dapat ditingkatkan. kembali.

Pemerintah juga perlu memikirkan bagaimana industri kecil mikro dan menengah dapat meningkatkan kemampuan manajerialnya. Hasil produksi olahan dari usaha kecil, mikro, dan menengah dapat dijadikan basis pengembangan ekonomi nasional yang berorientasi kepada ekspor. Dari kegiatan produksi, distribusi, dan promosi perlu dibentuk suatu pemahaman pentingnya kemampuan dalam mengelola industri. Di samping itu pemerintah yang akan datang harus berpihak kepada industri-industri tersebut.

Dalam menentukan arah kebijakan ekonomi yang ideal setelah dilakukannya pemilihan umum pemerintah yang akan datang terlebih dahulu memfokuskan diri dalam berbagai kebijakan.

1. Membentuk kerangka kerja dan menyusun rencana kerja yang menitikberatkan kepada peningkatan industri dalam negeri dengan berbasisi komponen lokal.

2. Menghidupkan semangat ekonomi yang mampu menggerakkan modal nasional ke arah perekonomian industri berbasis kerakyatan dan nasional.

3. Menitikberatkan stabilitas dalam negeri guna menjaga ketahanan energi dan pangan berbasis penguasaan nasional.

4. Mewujudkan kesinambungan ekonomi yang sifatnya berkelanjutan dengan fokus utama industri ekonomi dengan kekuatan utama kepada kepentingan nasional.

5. Memberikan kepastian hukum serta menjalankan penegakkan hukum agar kemudahan dalam berinvestasi dapat terwujud dengan baik dan lancar.

Oleh karena itu sudah saatnya para partai politik merumuskan cara kerja yang mampu menghidupkan segala elemen dan bentuk guna menunjang pembangunan nasional.

Saat yang tepat dalam dalam mengimplementasikan program-program yang telah ditawarkan pada saat kampanye adalah dengan tidak menghilangkan momentum yang tepat. Karena, dengan kehilangan momentum maka program-program yang telah disusun akan menjadi tidak bermakna lagi.

Masyarkat sebagai lapisan terdepan dituntut semakin memiliki rasa semangat memelihara kebersamaan dan menjaga semangat ekonomi nasional sehingga ke depan produk-produk dalam negeri dan industri-industri bangkit kembali.

Semangat pemilihan umum dengan melibatkan banyak orang menjadi titik balik pemulihan ekonomi nasional. Janji-janji telah disampaikan oleh para partai politik. Harapan akan terciptanya pemilihan umum dengan berjalan lancar, aman, tertib, dan damai selalu diidam idamkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Para investor dengan antusias akan melihat bagaimana jalannya pemilihan umum di negara kita. Kecenderungan investor yang masih bersikap hati-hati menjadi parameter perekonomian nasional. Konsekuensi positif akan terlihat jika pemilihan umum 9 April akan berlangsung aman.

Helmy Harahap
Perumahan Puri Beta Cluster Hujan Mas No 12 Tangerang
helmy_harahap@yahoo.co.id
0816 842044



(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads