Meraba Kelestarian Madura Pasca Suramadu

Meraba Kelestarian Madura Pasca Suramadu

- detikNews
Kamis, 02 Apr 2009 11:43 WIB
Meraba Kelestarian Madura Pasca Suramadu
Jakarta - Rabu, 01 April 2009 tepatnya jam 00.00 WIB tahapan terpenting pembangunan Jembatan Suramadu sukses. Dengan ditandai pemasangan main span (bentang tengah) jembatan.

Diperkirakan dalam waktu dua bulan ke depan proyek Jembatan akan rampung. Jembatan yang menghubungkan kota Surabaya sebagai Ibu Kota Propinsi dengan Pulau Madura yang nyaris teranak-tirikan.Β 

Madura adalah pulau kecil yang kaya sumber daya alam dan kultur. Garam, tembakau, dan perikanan menjadi lahan menyambung hidup bagi masyarakat. Kerapan sapi menjadi simbol tradisi yang tiada-duanya. Masyarakat Madura tergolong pada masyarakat maritim. Tekun dan ulet menjadi watak umum bagi mayoritas penduduk pulau ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pulau yang terletak di seberang kota Surabaya ini telah banyak melahirkan putra-putra terbaik bangsa. Sejarah mencatat bahwa Raden Trunojoyo putera Pangeran Malujo yang juga menantu dari Raden Kajoran memiliki peran penting dalam membasmi ketidakadilan di Mataram. Pahlawan asal Madura ini dibantu oleh Karaeng Galesong dari Makassar untuk bersama-sama melawan Belanda demi tercapainya keadilan.

Saat ini, putra terbaik Madura tidak absen dari pentas nasional. Tercatat bahwa Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Dr Mahfudz MD terlahir dan dibesarkan di Pulau ini. Begitupula dengan Prof Dr Didi J Rachbini, seorang pakar ekonom, dan Dr Riswanda Imawan yang tercatat sebagai pakar politik.

Pulau ini memiliki kultur agamis yang kuat. Kekuatan kultur tersebut ditopang oleh pesantren yang telah menjamur di tengah-tengah masyarakat. Hal itu karena masyarakat meyakini dan merasakan bahwa pesantren telah berperan besar dalam mencerdaskan dan mengembangkan kehidupan masyarakat khususnya di bidang keagamaan. Tak heran kiranya jika masyarakat Pulau Madura lebih percaya dan patuh kepada kiai.

Permasalahannya sekarang masihkah masyarakat menaruh kepercayaan penuh pada pesantren? Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memaksa masing-masing individu berlomba-lomba menggapai kepuasan materil. Budaya kultur sedikit demi sedikit telah terkikis oleh budaya hegomoni. Kaum lemah selalu tertindas tanpa memiliki kesempatan untuk berbuat.

Kebersamaan tidak lagi diikat oleh kesamaan kultur melainkan telah menjelma menjadi kepentingan-kepentingan semu. Budaya baru yang berkembang secara tidak disadari telah menghilangkan budaya lokal.

Perlu dicatat bahwa Jembatan Suramadu bisa rampung karena dibantu oleh pihak asing yang secara tidak langsung telah menempatkan diri sebagai tuan di negeri ini. Dubes Tiongkok untuk Indonesia Zhang Qiyue mengatakan bahwa Suramadu bukan hanya proyek monumental yang bisa membangkitkan nadi perekonomian di Indonesia melainkan juga merupakan bentuk kerja sama dengan negaranya. Karena selain menyumbangkan banyak pekerja Tiongkok juga ikut serta menyediakan bahan baku dan ahli konstruksi.

Akankah kerja sama itu bermakna saling menguntungkan? Ataukah keuntungan itu hanya dimiliki kaum investor? Akankah masyarakat sekitar merasakan dan menikmati kemegahan mega proyek ini? Jawabannya tentu di tangan pemerintah. Baik Pusat maupun Daerah.

Maka sangat disayangkan ketika peresmian pemasangan main span (bentang tengah) jembatan tidak dihadiri oleh Menteri PU Djoko Kirmanto dan Gubenur Jatim Soekarwo.

Untuk menjaga kelestarian Pulau Madura, kelestarian sumber alam, kultur, dan budaya pasca pembangunan Suramadu tentu diperlukan seperangkat aturan. Aturan yang berasaskan pada kemanusian yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh bangsa indonesia.

Dengan demikian pertumbuhan ekonomi pasca pembangunan Suramadu akan mengarah pada ekonomi kerakyatan bukan ekonomi liberal. Kultur budaya yang melekat pada masyarakat Madura akan terus tertanam kokoh di tengah-tengah globalisasi kultur. Dan yang terpenting masyarakat Pulau Madura tidak menjadi orang asing di daerahnya.

Siapakah yang bertugas membuat aturan-aturan itu? Tentu jawabannya adalah pemerintah dan para wakil rakyat yang akan dipilih pada pemilu kali ini.Β Β 

M Masykur Abdillah
14/92 Swessry A, Gate III, Nasr City, Cairo, Egypt
abd_masykur@yahoo.com
+20102935312



(msh/msh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads