Β
Kali ini Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik kembali terendam. Entah untuk yang ke berapa puluh kali, dan lagi-lagi Bengawan Solo yang menjadi "kambing hitam"-nya. Bengawan Solo kembali diberitakan menjadi penyebab terendamnya beberapa kabupaten di Jawa Timur.
Entah untuk yang ke berapa puluh kalinya sebagian besar masyarakat mengeluh dan mengatakan "hampir setiap tahun Indonesia menjadi langganan banjir. Padi-padi gagal panen. Para petambak ikan yang mengaku rugi sampai ratusan juta rupiah. Tapi, pemerintah seolah diam membiarkan begitu saja. Kami meminta pemerintah lebih serius menangani kasus banjir ini".
Β
Ketika semua permasalahan yang ada di negeri ini harus dan selalu dibebankan kepada pemerintah tanpa rakyat turut andil di dalamnya maka jangan salahkan pemerintah jika semuanya terkesan setengah-setengah. Seperti kasus banjir yang tiap tahun menjadi menu wajib sebagian besar masyarakat Indonesia.
Pemerintah memang harus lebih serius lagi memperhatikan kasus banjir serta penanganannya. Setidaknya bisa mengurangi korban dan dampak dari banjir. Meskipun harus dilakukan secara bertahap. Tapi, juga dibutuhkan peran dan andil serta kesadaran masyarakat dan tentunya ini akan lebih berhasil dibandingkan program-program tentang penanganan banjir yang dicanangkan pemerintah.
Β
Sederhana saja. Mulailah untuk sadar bahwa banjir bukan hanya disebabkan jebolnyaΒ tanggul, meluapnya sungai, tingginya curah hujan, kurang lancarnya gorong-gorong, tidak adanya pengerukan sungai yang dilakukan secara rutin, atau beberapa sebab yang dijadikan alasan terjadinya banjir. Apalagi kurang seriusnya pemerintah tapi juga kesadaran masyarakat khususnya mereka yang tinggal di bantaran sungai untuk menjaga lancarnya aliran air sungai.
Β
Sampah-sampah yang dibuang ke sungai selain memperlambat laju aliran air sungai juga dapat mengurangi kedalaman dasar sungai adalah salah satu penyebab utama terjadinya banjir. Jadi, ketika sebagian masyarakat menyalahkan pemerintah karena kurang serius menangani kasus banjir ini seharusnya mereka juga ingat dan tahu bahwa banjir yang terjadi adalah disebabkan kelalaian sebagian besar masyarakat dan sikap semaunya sendiri. Tidak ramah lingkungan. Tidak menjaga kebersihan sungai yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antar pemerintah dan masyarakat khususnya mereka yang tinggal di daerah bantaran sungai.
Β
Sebagian besar masyarakat kita mulai terjangkit virus manja, dan memang sepertinya masyarakat Indonesia terlalu manja. Kita selalu dibiasakan dengan segala hal yang berbau instan. Tinggal terima jadi dan beresnya saja. Kalau cocok, pas, dan sesuai belum tentu mendapat pujian. Kadang malah ramai-ramai mencari kesalahan. Untuk politiklah. Karena sudah mendekati pemilu dan segudang pernyataan-pernyataan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Jika dikatakan pemerintah harus berbenah maka jangan dilupakan juga bahwa
masyarakatnya pun juga harus berbenah. Masyarakat harus mulai sadar diri. Dalam kasus banjir ini setidaknya masyarakat juga harus sadar dan disadarkan untuk selalu menjaga kebersihan sungai. Dibutuhkan peran seluruh elemen bangsa ini untuk mencapai Indonesia yang benar-benar seperti yang diharapkan.
Fitrah Dhaniadi
69/702 Masakin Otsman Nasr City Cairo Egypt
batar_03@yahoo.com
+20103781577
(msh/msh)











































