Muncul pertanyaanya sekarang mengapa pertanian? Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara agraris dengan jumlah penduduk bermata pencaharian sebagai petani terbesar di dunia. Hal tersebut tentunya menjadi potensi yang luar biasa bagi para calon pemimpin untuk menjual programnya mengenai pertanian dalam rangka mendapatkan dukungan sebanyak-sebanyaknya.
Maksud hati ingin merebut simpati rakyat dengan membuat program yang bersifat populis, misalnya dengan program sembako murah, akan tetapi ternyata dapat merugikan petani yang notabenenya mata pencaharian terbesar di Indonesia. Sembako secara tersirat berhubungan dengan urusan pangan. Terutama beras yang berarti berhubungan pula dengan petani-petani kecil di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan sekjen PKS tersebut ternyata dengan cepat ditanggapi oleh Direktur Eksekutif LSI, Denny JA, yang menilai pernyataan PKS bahwa sembako murah akan merugikan rakyat, mencerminkan ketidakpahaman partai dakwah itu terhadap persoalan sembako. Padahal yang diusung PDIP adalah membuah harga sembako menjadi terjangkau.
Apa pun itu yang pasti masyarakat kecil khususnya petani mengharapkan tidak hanya
sekedar rencana dan janji program yang sekarang gencar ditawarkan calon-calon pemimpin bangsa. Tetapi, yang diharapkan petani adalah bukti. Jangan sampai pertanian ini hanya menjadi isu sesaat yang digunakan untuk kepentingan-kepentingan politik semata. Hidup pertanian Indonesia!
Joni Ariansyah
Mess Daarussalaam
Jl Jenderal Sudirman No 1
Sengata Kutai Timur Kalimantan Timur
joni_hublu@yahoo.com
085250229406
(msh/msh)











































