Tidak Karena BBM Turun

Tidak Karena BBM Turun

- detikNews
Rabu, 04 Feb 2009 19:09 WIB
Tidak Karena BBM Turun
Jakarta - Pemimpin sesungguhnya yang diinginkan oleh bangsa ini adalah sosok pemimpin yang mempunyai jiwa membangun bangsa dalam segala sektor. Namun, isapan jempol cap kecap itu biasa digunakan untuk meraup suara yang sebanyak-banyaknya.

Ketika harga BBM (bahan bakar minyak) yang begitu mencekik ekonomi menengah ke bawah menjadi isu tren yang ditiupkan SBY agar bisa berkuasa kembali dengan Partai Demokratnya. Akibat dari "kecap" cap penurunan harga BBM (premium) menjadi rebutan bagi kelompok yang mendukungnya, Partai Golkar. Ketika iklan di semua media massa menyebutkan, "BBM sudah diturunkan tiga kali" banyak politisi Partai Golkar yang menggugatnya, bahwa "kemenangan" itu bukan saja milik Partai Demokrat tapi ada kerja Partai Golkar.

Lah kok, memperebutkan hal seperti itu? Bukannya, ketika BBM turun pun tidak
menjamin bahwa kebutuhan sembako rakyat pun tidak juga turun. Bahkan, tarif untuk angkutan barang sembako pun tidak akan turun. Lalu, apa yang menjadi perebutan?

Perlu diluruskan, bahwa penurunan harga BBM itu bukan isu yang tren. Lalu, apa mungkin dari partai-partai yang berkuasa itu akan lebih menonjolkan golongannya? Ya, sama saja. Toh, ketika nantinya akan menghasilkan pemimpin yang tidak diharapkan.

Tidak bisa dipungkiri makan adalah kebutuhan utama masyarakat belakangan ini. Salah satu efek dari angka kemiskinan yang makin tinggi itu adalah kelaparan di mana-mana. Seluruh pelosok Indonesia. Kebutuhan akan sembako yang bisa dijangkau merupakan hal yang sangat diinginkan oleh semua pihak. Terutama menengah ke bawah.

Inilah sosok pemimpin yang sangat didambakan masyarakat pada umumnya. Jangan hanya menurunkan BBM tiga kali itu saja menjadi bangga. Ingat itu.

Anasthasia Nugrahaeny Putri
Jl Bukit Pamulang Indah V A3/18 RT 001/010
Pamulang Timur 15417
anasthasia_nugrahaeny@yahoo.com
02191461543
anasthasia-putri.blogspot.com

(msh/msh)


Berita Terkait