Amerika Serikat, Republik Indonesia, dan Negara Islam

Amerika Serikat, Republik Indonesia, dan Negara Islam

- detikNews
Senin, 02 Feb 2009 19:47 WIB
Amerika Serikat, Republik Indonesia, dan Negara Islam
Jakarta - Jika menyimak pidato Barack Obama saat pelantikan dirinya menjadi Presiden ke-44 Negara Amerika Serikat rasa-rasanya perubahan (change) yang dijual obral pada publik Amerika oleh Obama hanya klise saja dan fatamorgana. Entahlah bagi dalam negeri Amerika.

Akan tetapi kebijakan Amerika bagi dunia Islam sangat tidak menyentuh dan memihak. Bahkan masih terkesan mencurigai dan menjenaralisir bahwa dunia Islam adalah sebagai musuh. Hal ini saya dengar dari analisa Prof Amin Rais dan Anies R Bawesdan Ph D yang disiarkan oleh salah satu TV swasta.

Amerika hanyalah merupakan hamba perut yang cuma mengurus persoalan ekonominya yang saat ini mendekati kebangkrutan total. Ia kurang menyentuh sisi kemanusiaan. Bagaimana kebijakan yang telah diambil George W Bush sebagai pendahulunya beribu-ribu bahkan berjuta-juta nyawa manusia di belahan dunia Islam telah terbunuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dunia Islam pasti kecewa karena Obama sangat tidak menyentuh sedikit pun mengenai Palestina dan Israel. Malah ia mengharapkan Israel makin maju dan jaya. Kenapa obama demikian.

Orang yang mendengung-dengungkan perubahan ternyata tetap saja seperti Bush. Bahkan, sangat pongah melebihi Bush. Bisa dibilang ia seorang inferior kompleks. Amerika tetap saja Amerika. Siapa pun yang memimpinnya ia akan tetap pongah, angkuh, dan sombong. Sekali pun negaranya dalam keadaan mort-marit mendekati kebangkrutan dengan utangnya yang melangit.

Ia akan merasa sebagai superior dan bahkan terus menanamkan hegemoni atas dunia Islam dengan berbagai kebijakannya yang sangat tidak bersahabat bahkan merugikan. Lantas kapan lagi Amerika mau menjadikan dunia Islam sebagai mitra sejajar bagi Amerika.

Pemindahan pasukan Amerika dari Irak ke Afghanistan yang sudah diacak-acak oleh agressor Amerika merupakan upaya Zionis untuk mengacak-acak Benua Timur Tengah dengan mengacak-acak kembali Negara Afghanistan. Hal ini jelas bahwa kebijakan Obama sama dengan Bush. Ialah melalui pendekatan kekerasan terhadap dunia Islam. Ia tidak memilih jalan diplomatis dan persahabatan. Keangkuhan-keangkuhan inilah yang akan tetap dipelihara oleh Amerika termasuk Obama.

Sekali lagi penulis tegaskan bahwa perubahan yang didengungkan Obama hanyalah isapan jempol belaka. Hanya sebagai komoditi kampanye Obama untuk mengundang simpati dunia. Tapi, kenyataannya jika memperhatikan pidatonya Obama sama saja dengan yang lainnya. Ia tetap angkuh, sombong, merasa superior, dan kurang menyentuh sisi kemanusiaan. Obama is the same to other American president.

Tidak akan banyak perubahan kebijakan yang diambil Amerika terhadap dunia Islam. Terutama masalah Palestina dan Israel. Kenyataan ini sangat memilukan. Oleh karena itu kita sebagai Bangsa Indonesia jangan terlalu GR (gede rasa). Mentang-mentang Obama pernah tinggal di Menteng Jakarta lantas kita merasa memiliki dan mesra dengan kebijakan Obama.

Kita Bangsa Indonesia harus tetap punya sikap dan harga diri di mata Amerika. Bahwa berbagai kebijakan Amerika selama ini telah salah dan keliru. Bahkan mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Standar ganda Amerika merupakan sikap munafik yang dianut pemerintahan Amerika. Satu sisi dia bicara A
tapi dalam prakteknya dia B. Itulah amerika.

Bangsa Indonesia harus tetap kritis terhadap kebijakan Amerika yang semena-mena dan tidak adil terhadap negara-negara di Timur Tengah. Terutama terhadap Negara Palestina, Irak, Afghanistan, bahkan Iran.

Jadi janganlah terlalu berharap bahwa Amerika akan melakukan perubahan kebijakannya. Terutama terhadap dunia Islam jika kita memperhatikan isi pidato pelantikan Presiden Barack Obama yang ada itu omong besar dan Obama sama saja dengan Presiden Amerika lainnya. Angkuh, sombong, dan pongah.

Ghie
Melong Raya Cimahi
paradigma.rider@yahoo.co.id
02292554639

(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads