Lobi melobi sudah jadi pekerjaan sehari-hari para kandidat yang memperebutkan kursi RI 1. Sowan ke sana kemari sudah jadi syarat mutlak untuk mendapat simpati dan dukungan baik dari partai maupun dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Upaya-upaya mengiklankan sang tokoh partai di berbagai media dilancarkan dengan berbagai cara pembentukan image dan citra yang seolah-olah positif dan pro rakyat. Jurus rayu merayu dari yang gombal sampai melangit pun dilakukan. Semuanya baru sebatas wacana dan baru janji jika terpilih nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa tahu kalau sudah terpilih malah sama saja dengan yang sudah-sudah. Janji tinggallah janji. Kepentingan rakyat diabaikan begitu saja. Ia dengan enaknya lenggang kangkung karena cita-cita meraih RI 1 sudah tercapai.
Itulah pelajaran yang hendaknya kita cermati. Semanis-manisnya dan sebaik-baiknya image dan opini yang dibentuk oleh partai dan sang tokoh saat ini bukanlah realitas yang paralel dan akan sinkron dengan kebijakan yang akan diambil nanti setelah ia terpilih.
Sebab, menjalankan roda pemerintahan dan mengambil kebijakan negara bukanlah perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan dan cukup dengan simsalabim. Semanis yang disampaikan dalam iklan sebab dalam pengambilan kebijakan berbenturan dengan berbagai kepentingan dan pro kontra pemikiran dari berbagai partai.
Oleh karena itu jurus-jurus yang dibuat oleh para calon RI 1 hendaknya dicermati dan ditimang-timang oleh kita untuk mengambil keputusan yang terbaik. Siapa kira-kira yang benar-benar mampu menjalankan roda pemerintahan dan siapa yang benar-benar pro rakyat setelah ia terpilih nanti.
Hendaknya rakyat menyadari bahwa kata-kata yang manis biasanya membahayakan sebab kata pepatah mulutmu adalah harimaumu. Janganlah kita terpukau dengan iklan-iklan yang manis sebab iklan penuh dengan rekayasa dan dibikin sebaik mungkin untuk menarik perhatian konsumen. Pilihlah partai dan tokoh yang sudah teruji dan benar-benar memperjuangkan nasib rakyat nantinya setelah ia terpilih.
Untuk para kandidat hendaknya janganlah jadi pembual dan penipu rakyat yang nanti setelah ia terpilih malah melupakan rakyat yang sudah dijejali janji-janji palsu saat kampanye.
Rakyat hendaknya makin dewasa sebab kapan lagi kita akan membenahi bangsa ini bersama-sama kalau bukan dengan menentukan pilihan pada orang yang tepat untuk menjadi nahkoda negara tercinta ini lima tahun ke depan. Jika salah pilih orang kita akan menderita terus menerus. Bahkan, lima tahun kemudian kita akan merasakan kesalahan kita.
Semoga rakyat semakin cerdas. Jangan mudah tertipu. Jangan mudah tergoda dan tercekoki oleh jurus-jurus dan manuver yang dilakukan para kandidat RI 1. Berhati-hatilah. Sekali salah pilih selama lima tahun kita akan menderita.
Ghie
Melong Raya Cimahi
paradigma.rider@yahoo.co.id
022-92554639
(msh/msh)











































