BBM Harus Disertakan dalam Laporan Akhir SBY

BBM Harus Disertakan dalam Laporan Akhir SBY

- detikNews
Selasa, 27 Jan 2009 17:03 WIB
BBM Harus Disertakan dalam Laporan Akhir SBY
Jakarta - Membaca di media massa online PT Pertamina (Persero) menderita kerugian akibat terbakarnya Depot Plumpang tangki nomor 24 sebanyak Rp 17 miliar lebih. Kejadian yang amat "memilukan" bagi kondisi bahan bakar minyak bagi rakyat Jakarta. Terlebih ketika Presiden SBY "memainkan" harga BBM menurun Rp 500.

Kerugian itu terinci yang diambil dari laporan kepada Wakil Rakyat di Senayan terdiri dari harga tangki Rp 2 miliar lebih dan kerugian BBM yang terbakar sebanyak Rp15 miliar. Miris memang.

Sementara di media massa lain menyebutkan BPH Migas menyatakan kuota 2010 naik sebesar 5 persen lebih dari kuota tahun 2009 (36,85 juta kilo liter), atau setara Rp 35 juta kilo liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaannya, apa lagi permainannya nanti ketika Presiden SBY telah meninggalkan beban rakyat yang seharusnya rakyat bisa menikmati BBM turun lebih dari harga sekarang?

Mestinya rakyat bisa menikmati harga premium lebih rendah dari Rp 4,500. Bahkan, hingga harga Rp 3,500 ke bawah. Meski solar ikut turun menjadi Rp 4,500 juga pun tidak menjamin harga lain ikut turun.

Ini negara. Seharusnya, Presiden SBY bisa menjamin semua bahan sembako dan lain-lain hingga distribusi pun turun tarifnya. Hal yang tidak bertanggung jawab ini semestinya juga bisa dilaporkan pada masa akhir jabatan SBY nanti.

Bisa dibilang ini sikap pesimis SBY ditengah goyahnya kepemimpinannya ketika BBM diketahui sebagai alat politik SBY. Mengapa?

Karena ketika SBY sudah tidak berkuasa lagi di periode berikutnya ia akan mewariskan beban berat dari kuota dan harga BBM kepada pemimpin negara ini. Bahkan, bisa menjadi alat kampanyenya lagi (baik itu Partai Demokrat) pada periode berikutnya.

Amsir Syophian
Jl Nuri 1 Atas No 47 RT02/09
Kelurahan Rengas Kecamatan Ciputat
Tangerang 15412
amsir_syophian@yahoo.com
081315625001

(msh/msh)


Berita Terkait