Keseimbangan Ekonomi 2009

Keseimbangan Ekonomi 2009

- detikNews
Jumat, 19 Des 2008 09:28 WIB
Keseimbangan Ekonomi 2009
Jakarta - Sejak terjadinya krisis keuangan global banyak negara di dunia mulai melakukan langkah kebijakan yang bersifat protektif. Awalnya memang kebijakan ini sangat membantu industri dalam negeri dalam menahan laju serangan produk-produk luar negeri. Namun, lama kelamaan banyak negara yang tergabung dalam WTO (World Trade Organization) melakukan protes atas kebijakan itu.

Tentu saja kebijakan ini semata-mata tidak untuk mengistimewakan produk dalam negeri. Namun, lebih dititikberatkan kepada pemberdayaan ekonomi nasional agar mencegah timbulnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan sekaligus menghidupkan industri-industri berskala kecil, menengah, dan produk-produk hasil pertanian.

Makna paling dalam saat menghadapi krisis keuangan global yang sedang terjadi adalah dengan ditetapkannya empat (4) langkah strategis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Memberdayakan industri dalam negeri dan hasil produksinya.
2. Memperlauas pasar ekspor.
3. Mempercepat penyerapan belanja untuk keperluan penyediaan infrastruktur.
4. Mengedepankan penggunaan produk-produk dalam negeri setiap kesempatan ekonomi.

Pemerintah terus melakukan langkah-langkah antisipatif guna meredam pelemahan mata uang Rupiah dan mengembangkan ekonomi terpadu yang berpusat kepada pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional juga dibutuhkan stimulus-stimulus ekonomi guna menopang daya saing produk. Tak lebih yang dinantikan oleh dunia usaha adalah likuiditas yang baik.

Kebijakan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan menjadi 9,25% belum menjadi jaminan akan bergeraknya sektor rill. Namun, dengan diturunkannya suku bunga acuan akan lebih berdampak kepada penurunan tingkat inflasi. Faktor-faktor produksi yang ikut menggerakkan sektor rill tentu memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses permodalandari perbankan.

Tumbuhnya perekonomian kita tentu tidak terletak pada satu titik saja. Ongkos
produksi lainnya yang ikut memberi kontribusi terhadap harga jual produk mungkin akan menjadi bagian permasalahan yang harus dipecahkan oleh berbagai pihak.

Turunnya harga premium dan solar dalam jangka pendek tidak berpengaruh langsung. Dampak terasanya akan dirasakan dalam skala jangka menengah dan panjang di mana pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian atas beberapa pengeluaran unit usaha.

Sekali lagi kebijakan pemerintah yang baru-baru ini dikeluarkan akan berdampak pada perekonomian yang memiliki prioritas jangka panjang. Pengamanan sektor rill akan mencoba bergerak lurus seiring dengan kebijakan pemerintah dalam menerapkan regulasi di berbagai tingkat kebijakan. Β 

Helmy Harahap
Perumahan Puri Beta Cluster Hujan Mas No 12
Tangerang
helmy_harahap@yahoo.co.id
0816842044

(msh/msh)



Berita Terkait