Tentang Alasan Golput

Tentang Alasan Golput

- detikNews
Kamis, 18 Des 2008 10:16 WIB
Tentang Alasan Golput
Jakarta - Ada dua macam alasan pokok kenapa seseorang menentukan pilihannya kepada golongan putih (golput). Pertama, merasa diabaikan.

Golongan merasa diabaikan ini dibagi tiga jenis. Di antaranya adalah pertama, golongan yang merasa bahwa pemerintah tidak memperhatikan hak-haknya. Baik hak politik maupun hak hidup yang layak. Orang yang merasa hak politiknya diabaikan seperti Gus Dur dan pengikutnya.

Golongan yang kedua adalah orang yang merasa hak hidup secara layak diabaikan seperti rakyat kecil. Rakyat miskin atau sekitar 39 juta orang miskin versi pemerintah, 130 juta orang miskin versi Badan dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan golongan yang ketiga adalah golongan yang sudah bosan dengan pemilu yang berulang-ulang. Seperti pemilu, pemilihan presiden, pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan kepala desa yang berulang kali dilakukan. Tetapi, tetap tidak ada perubahan keadaan masyarakat.

Bahkan, keadaan semakin parah seperti saat ini. Padahal pemilihan-pemilihan tersebut menghabiskan uang rakyat yang tidak sedikit atau bertriliun-triliun jumlahnya. Golongan ini hampir sama dengan golongan kedua. Namun, golongan ketiga ini lebih mengenal politik.

Golongan seperti Gus Dur dan pengikutnya merasa mereka telah dihilangkan hak-hak politiknya oleh pemerintah sehingga golongan ini melakukan perlawanan terhadap pemerintah dengan tidak mengikuti pemilu atau golput. Golongan ini biasanya hanya bersifat sementara sampai hak-hak berpolitiknya diterima oleh pemerintah.

Sedangkan golongan orang-orang yang merasa hak hidup layak diabaikan oleh pemerintah seperti rakyat miskin, rakyat kecil menganggap bahwa pemerintah telah mengabaikan, melalaikan hak-hak hidup layak. Padahal mereka menganggap bahwa adanya pemerintah tujuannya membantu mereka dalam mendapatkan kehidupan yang layak.

Seperti misalnya makan terjamin, sekolah tidak mahal, rumah sakit tidak mahal, cari pekerjaan tidak susah, bekerja juga tidak susah, berusaha juga tidak susah namun karena justru keadaan yang sebaliknya maka mereka menjatuhkan pilihannya kepada golput. Nah, golongan ini biasanya juga bersifat sementara dan tidak kekal sampai hak-hak hidup layaknya dipenuhi oleh pemerintah.

Sedangkan golongan ketiga adalah mereka yang merasa bahwa pemilu sejatinya adalah sia-sia. Uang rakyat yang jumlahnya bisa mencapai ratusan triliun hanya digunakan sesuatu yang tidak bisa membantu kehidupan mereka. Padahal dalam waktu yang bersamaan masih banyak rakyat yang masih miskin, masih menderita, masih kekurangan, masih tidak bisa sekolah, masih tidak pasti hidupnya, masih tidak bisa berobat, masih tidak bisa beli minyak, masih banyak orang nganggur. Nah, keadaan yang seperti inilah yang membuat mereka menjatuhkan pilihannya kepada golput.

Alasan pokok yang kedua adalah alasan ideologi yang menganggap bahwa sistem ini tidak sesuai dengan ideologi yang ia pegang. Pemilu dianggap sebagai produk dari ideologi yang bertentangan dengan ideologinya (sejauh ini adalah ideologi Islam yang saya tahu).

Alasan ini lebih kuat dan mengakar. Mereka menggangap bahwa pemilu adalah produk dari demokrasi. Sedang demokrasi juga produk dari sekularisme atau pemisahan agama dengan kehidupan (baca sejarah demokrasi), yang nyata sangat bertentangan dengan ideologinya yang menganggap bahwa agama dan kehidupan tidak bisa dipisahkan.

Di dalam politik ada agama, di dalam ekonomi ada agama, di dalam pendidikan ada agama, di dalam bermasyarakat ada agama, di dalam hukum ada agama, dan semua lini kehidupan ada agama. Sehingga peran agama tidak hanya dibatasi hanya sebatas di departemen agama saja yang hanya mengurusi masalah ibadah, seperti haji, nikah, waris.

Namun, melupakan agama pada sektor-sektor tertentu seperti politik, hukum, ekonomi, budaya, dan sektor-sektor yang lainnya. Sekarang yang terjadi adalah terjadinya kecurangan-kecurangan hanya demi mendapatkan kekuasaan, ekonomi, hukum, budaya, dan lain-lain karena tidak tersentuh oleh agama atau tidak boleh diatur oleh agama (peran agama dibatasi).

Nah, apakah alasan anda golput?

Muhammad Ghufron
Jln Parangtritis 28 Yogya
Mr_fron08@yahoo.com
02747406669

(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads