Semua teroris setidaknya memiliki satu persamaan tujuan. Al Qaeda, IRA, Macan Tamil, atau individu semacam Cho Seung Hui, semuanya memiliki satu tujuan yang sama: 'publikasi'.
Mereka semua mencari publikasi. Motif mereka mencari publikasi memang berbeda. Tapi, faktanya mereka semua mencari publikasi. Dalam hal inilah kita melakukan kesalahan.
Apa yang harus kita lakukan kalau kita mau mencegah para teroris baru melakukan hal serupa dengan teroris sebelumnya? Jangan berikan apa yang mereka inginkan. Jangan berikan publikasi.
Jangan salah. Saya bukannya bilang kita tak boleh menyiarkan berita tentang serangan teroris sama sekali. Tapi, kita harus menyiarkannya seminim mungkin.
Jadi, menurut saya, adalah kesalahan fatal menyiarkan DVD yang dikirimkan oleh Cho ke NBC News. Inilah yang Cho inginkan ketika dia melakukan pembantaian di Virginia Tech. Kenapa kita malah mengabulkan keinginan teroris ini?
Kalau media cuma mengabarkan kabar yang sangat minim: "Seorang teroris menyerang Virginia Tech, Tiga puluh dua orang tewas, puluhan lain luka-luka", maka sang teroris takkan mendapatkan ketenaran/publikasi yang dia cari.
Saya bukan cuma mengatakan ini salah media. Ini adalah salah kita bersama. Kita sebagai manusia memiliki sifat ingin tahu. Kita sebagai manusia memiliki sifat makin ingin tahu ketika sebuah hal yang spektakuler terjadi. Media cuma memenuhi permintaan dari sifat ingin tahu kita itu.
Ini tak bisa diteruskan. Semua teroris yang tertangkap harus dieksekusi tanpa diberitakan sama sekali. Semua nama teroris maupun organisasinya harus dirahasiakan selama mungkin.
Kalau seluruh dunia menunjukkan pada teroris. "Kalau kau melakukan teror, kau takkan mendapatkan publikasi". Saya yakin sepenuhnya angka serangan teror akan menurun drastis.
Akhir kata, saya ucapkan belasungkawa untuk semua korban serangan di Mumbai.
Marcel Hizkia Susanto
353B Admiralty Drive #06-284 Singapore
marcel_hizkia_susanto@yahoo.co.id
+65-91568343
(msh/msh)











































