Apa benar penyebabnya adalah subprime mortgage? Sekilas bagi orang awam mungkin benar. Tapi, bagaimana jika kita coba melihat dari sudut pandang yang lebih dalam atau sudut pandang yang lain.
AIG bangkrut! AIG kita tahu merupakan perusahaan asuransi jiwa dengan asetΒ yang luar biasa besar. Lebih dari USD $ 1 triliun. Setara dengan 10,000 triliun jika dirupiahkan (asumsi 1 USD = 10 ribu).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasinya sederhana sekali. Asumsi AIG mempunyai nasabah 10 juta orang. Premi asuransi rata-rata yang dibayar oleh nasabah USD $ 200/bulan. Berarti ada USD $ 2 miliar/bulan yang diterima oleh AIG.
Anggap sebagian disetor keΒ perusahaan re-asuransi. Sebagian untuk pembayaran klaim dari nasabahnya. Sebagian diinvestasikan di Wall Street. Sebagian diinvestasikan di bursa negara lain. Sebagian lagi didiversifikasikan ke subprime mortgage.
Nah, inilah penyebabnya karena likuiditas yang sangat besar dari perusahaan asuransi jiwa. Maka terjadilah harga saham yang semu di mana harga saham sudah over valued dari harga normalnya. Pembelian subprime mortgage yang berlebihan juga karena likuiditas yang sangat besar.
Apakah hanya AIG yang terkena akibat dari subprime mortgage?
Tentu tidak. Perusahaan asuransi lain juga akan mendapati masalah yang sama yaitu likuiditas yang berlebihan. Jika Anda terbiasa dengan info saham di Wall Street anda akan tercengang dengan begitu besarnya investasi beberapa perusahaan asuransi jiwa di Wall Street. Dan, perlu diingat itu adalah uang dari premi nasabahnya.
Apakah perusahaan asuransi jiwa tersebut akan merugi jika harga saham turun? Tidak sama sekali. Karena, itu adalah uang nasabah.
Apakah perusahaan asuransi jiwa akan untung jika harga saham naik? Pasti. Karena sebagian keuntungan diberikan lagi ke nasabah dan sisanya diambil oleh perusahaan asuransi jiwa.
Perlu digaris bawahi ini adalah pemikiran dari sudut pandang yang lain.
Andre
Jl MH Thamrin No 15 Jakarta
suntoro.andre@gmail.com
08170931415
(msh/msh)











































