Pemilihan presiden kali ini diwarnai oleh lesunya perekonomian negara adi daya itu. Melemahnya bursa saham, turunnya nilai tukar mata uang, bertambahnya pengangguran, dan pailitnya beberapa perusahaan lokal termasuk Lehman Brothers membuat presiden terpilih harus bekerja keras memulihkan sendi-sendi perekonomian negara adi daya itu.
Kedua kandidat sama-sama menjanjikan perubahan. Namun, perubahan yang mereka dengung-dengungkan pada saat melakukan kampanye baru sebatas isu-isu yang sangat potensial di dalam negeri. Seperti misalnya kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan kebijakan luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tatanan pergaulan dunia internasional kehadiran pemimpin baru di Amerika
Serikat sangat mempengaruhi peran mereka di berbagai bidang. Melalui kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh peran tersebut semakin nyata akan terlihat.
Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia masih tetap menjadi pusat perhatian dan fokus resmi bagi negara Amerika Serikat. Mereka melihat potensi-potensi yang dimiliki oleh kita dapat memberikan nilai tambah di kemudian hari. Oleh karena itu bagi investor-investor Amerika sendiri kesempatan yang mereka dapatkan di negara kita tidak akan mereka lepaskan begitu saja.
Sejauh ini melihat kondisi rill yang ada kehadiran para pemilik modal dari negeri Paman Sam baru sebatas sektor energi dan minyak bumi. Tak heran bila kita melihat animo mereka begitu kuat dalam menggarap sektor tersebut dikarenakan syarat-syarat utama yang diperlukan telah mereka miliki.
Keinginan kuat dari pemerintah sangat dinantikan dalam mewujudkan kerja sama ekonomi dan juga mengajak para pemilik modal untuk menggarap sektor-sektor lainnya sehingga bentuk realisasi investasi tidak terfokus kepada satu sektor saja.
Selain dari sektor riil kiprah para pemilik modal dari negeri Paman Sam terlihat dalam menjalankan aktivitas usahanya lewat sektor non riil. Banyak portofolio telah mereka tempatkan di beberapa bursa regional maupun internasional. Khusus di Indonesia menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari terakhir ini tidak terlepas dari kebijakan yang telah diambil oleh Bank Sentral Amerika (The Fed) dalam memangkas suku bunga acuannya.
Selain itu reaksi pasar yang juga tumbuh penuh dengan optimisme menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat. Sebagai emerging market (pasar negara berkembang) bursa kita memang sangat lentur terhadap perkembangan yang tejadi. Namun demikian kelenturan tersebut juga melanda bursa regional di Asia.
Keadaan ini tercermin pada penutupan perdagangan kemarin setelah beberapa hari belakangan ini bursa-bura regional di Asia mengalami guncangan yang hebat. Di bursa Hongkong pada penutupan kemarin mengalami kenaikan sebesar 2,7%, Sydney bertambah 5,06%, Singapura naik 5%, Taiwan naik 2,55%, Bangkok naik 7,84%, Kuala Lumpur naik 4,1%, dan Jakarta ditutup sebesar 7,6%.
Gejala menaiknya indeks bursa di beberapa kawasan Asia akan memberikan citra dan pengaruh positif kepada industri-industri dalam negeri masing-masing negara dengan memperhatikan secara seksama kondisi fundamentalnya.
Salah satu modal lain dari kita selain potensi-potensi yang sudah ada adalah tumbuhnya produksi dalam negeri. Meskipun hanya tumbuh sebesar 1,6% industri pengolahan besar dan sedang pada triwulan ke III tahun 2008 ini. Namun, masih terdapat sisi-sisi lain memiliki potensi sumber daya yang dapat digarap sedemikian rupa.
Lain lagi kegiatan perdagangan yang transaksinya ekspor dan import. Dalam pengumuman resmi kemarin Biro Pusat Statistik menyebutkan bahwa ekspor ke Amerika Serikat sampai dengan September 2008 juga masih meningkat. Keadaan ini tentu membuat kita semua menyambut baik bahwa episentrum krisis keuangan global tidak mengganggu volume ekspor kita.
Harapan ke depan buat kita semua adalah bagaimana segala potensi-potensi yang telah diberikan oleh Sang Pencipta dapat dikelola dan diberdayakan dengan baik. Sehingga, lama kelamaan ketergantungan bangsa ini terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di belahan bumi ini dapat dieliminasi.
Helmy Harahap
Perumahan Puri Beta Cluster Hujan Mas No 12
Kota Tangerang
helmy_harahap@yahoo.co.id
0816842044
(msh/msh)











































