Golput Dukung Preman Jadi Anggota Dewan

Golput Dukung Preman Jadi Anggota Dewan

- detikNews
Jumat, 24 Okt 2008 17:14 WIB
Golput Dukung Preman Jadi Anggota Dewan
Jakarta - Golput (golongan putih) mendukung preman menjadi anggota dewan. Itulah fakta yang terjadi. Bisa kita lihat di lingkungan sekitar kita. Beberapa survei menunjukkan bahwa banyak kaum intelektual memutuskan untuk menjadi golput. Hal ini dikarenakan mereka kecewa dengan kondisi wakil rakyat kita yang mana banyak yang menjadi anggota dewan adalah orang-orang yang tidak sesuai dengan harapan mereka.

Rata-rata mereka (anggota dewan) lebih mementingkan diri sendiri atau partainya daripada mementingkan kepentingan masyarakat pada umumnya. Apakah golput merupakan solusi cerdas agar yang menjadi anggota dewan bisa sadar akan kesalahannya?

Jawabnya adalah salah besar. Mereka (maaf) saya sebut sebagai preman politik malah semakin mantap untuk bisa melenggang lagi menjadi anggota dewan. Kenapa? Hal ini di karenakan mereka mempunyai jaringan luas di mana-mana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menyewa orang untuk membagi-bagikan uang ke semua lapisan masyarakat dan tentunya masyarakat yang mendapatkan uang akan memberikan suara sebagai timbal balik atas pemberian uang tersebut. Dan uang tersebut kebanyakan di bagikan di kalangan yang kurang terdidik.

Kalau hal ini di biarkan terus lama kelamaan negara diambang kehancuran karena yang bisa menjadi anggota dewan adalah mereka yang memberikan uang dalam kampanyenya. Dan akhirnya setelah menjadi anggota dewan mereka akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan uang yang mereka bagikan sewaktu kampanye tadi. Atau istilahnya balik modal.

Bagaimana solusinya agar hal ini tidak terjadi? Caranya yaitu kita harus tahu track record calon anggaote legislatif (caleg) yang bersangkutan. Ini bisa dilihat dari berita-berita entah di surat kabar atau lewat Lembaga Swadaya Masyarakat, televisi, dan lain-lain.

Akan tetapi salah satu yang paling mudah untuk mengetahui caleg tersebut nantinya bagus atau tidak adalah dengan melihat tempat partai dia berkiprah. Karena walaupun calegnya bagus tetapi partainya ternyata tidak bagus maka calegnya sudah tentu tidak akan bagus.

Hal ini bisa dilihat beberapa kejadian di DPR. Ada caleg yang tidak sesuai garis partai di-recall. Walaupun dia memperjuangkan kepentingan orang banyak. Oleh karena itu setelah kita tahu caleg tersebut tidak bagus kemudian apabila dia membagikan uang kita terima saja. Dan, sewaktu hari H pencoblosan caleg tersebut tidak usah kita pilih.

Jauh sebelum hari H kita sudah menetapkan caleg mana yang harus kita pilih. Entah caleg tersebut memberi uang atau tidak.

Sekali lagi janganlah mencoblos caleg karena uang semata. Lihat caleg tersebut apakah bisa amanah atau tidak. Kalau hal ini kita budayakan dalam setiap pemilu niscaya bangsa ini akan maju dan menjadi bangsa yang besar.

Semoga anggota dewan untuk masa yang akan datang adalah mereka yang benar-benar bisa diberi kepercayaan untuk membangun bangsa dan negara tercinta ini. Dan tentunya pilihan anda jugalah yang bisa membawa perubahan tersebut.

Nur Hanifiyyah, SE
Website http://evahanura.wordpress.com
Caleg salah satu partai di Kudus
Jl. HOS Cokroaminoto GG 6 No 58 Kudus

(msh/msh)


Berita Terkait