"Bu, panas". Ratapan pemudik di hadapan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan rombongan yang melakukan kunjungan langsung di beberapa stasiun di Ibu Kota menjelang lembaran 2008 ini seolah mewakili suara rakyat yang sangat membutuhkan perubahan pelayanan dari pemerintah.
Mudik telah menjadi kebiasaan rutin yang berlangsung setiap tahunnya oleh masyarakat yang akan merayakan lebaran di kampung halamannya. Sumber Departemen Perhubungan untuk tahun 2008 ini memperkirakan jumlah pemudik mencapai 15,78 juta atau naik 6,14 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Realita di berbagai terminal keberangkatan bus maupun stasiun kereta api yang merupakan angkutan favorit bagi kalangan menengah ke bawah masih menunjukkan pemandangan yang kurang manusiawi. Masih tampak warga yang terus mengantri hingga
harus rela tidur di tempat dengan alas seadanya tanpa tahu sampai kapan kendaraan yang ditunggu tiba.
Sementara yang lain berdesakan dan berebut tempat masuk meski kondisi kendaraan sudah penuh. Belum lagi tarif kendaraan yang kian mahal. Jauh di atas tarif resmi yang ditetapkan pemerintah. Walau demikian mereka tak juga kapok untuk mudik.
Di sisi lain angkutan yang ditopang pemerintah seperti kereta masih ditemukan praktek calo. Seperti pada salah satu kereta yang gerbongnya masih terlihat kosong pada saat berangkat meski kereta ini sudah dinyatakan penuh jauh hari dan hanya tersedia tiket berdiri.
Belum lagi pemeliharaan jalur yang belum maksimal menyebabkan kereta mengalami anjlok sehingga jadwal perjalanan terganggu dan tertunda berjam-jam. Akhirnya pemudik yang merugi. Untuk itulah kerja sama berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan perjalanan mudik menjadi sebuah wisata nyaman dan menyenangkan.
Pihak organda menyediakan bus laik jalan yang tak ada lagi kata rem blong. Pengelola terminal memberikan pelayanan kebersihan dan standar keamanan yang memadai sehingga tak ditemukan toilet yang bau pesing dan tanpa copet.
Sedangkan polisi sigap mengatur lalu lintas, mengalihkan arus kendaraan yang padat ke jalan yang lebih longgar. Sementara aparat pemerintah dan jajarannya turun ke jalan sambil menyambangi pemudik meski belum sanggup menyediakan jasa transportasi yang didambakan masyarakat yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.
Ummu Syaqilla
Jl Gunung Raya No 35 C
Cireunde Ciputat Tangerang
dwieka1@gmail.com
02192114002
(msh/msh)











































