Satukan Indonesia

Satukan Indonesia

- detikNews
Kamis, 25 Sep 2008 17:02 WIB
Satukan Indonesia
Jakarta - Indonesia dikenal sebagai bangsa yang plural. Dengan beragam latar belakang agama, kultur, bahasa, etnis, ideologi, dan seabrek perbedaan lainnya. Ini sesungguhnya adalah prestasi yang patut kita banggakan.

Bahkan atas keragaman itu dunia telah mencatat nama bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang mampu hidup secara damai dan berdampingan di dalam perbedaan. Sehingga sangat kita sayangkan jika di kemudian hari justru kitalah yang telah mencabik-cabik sejarah bangsa ini dengan catatan kelam kekerasan yang bernuansa agama.

Siapa pun tidak menyangkal bahwa toleransi dan kerukunan hidup. Terutama terkait dengan kerukunan antar umat beragama di Indonesia merupakan faktor yang sangat penting dan strategis. Sebab, tanpa adanya toleransi dan kerukunan hidup hubungan antar umat beragama akan menjadi rawan dan mudah terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gangguan ini bisa mengakibatkan terjadinya instabilitas dalam kehidupan sosial politik yang tentunya tidak diinginkan oleh segenap lapisan masyarakat. Oleh sebab itulah belajar dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia kita akan menemukan bahwa persatuan adalah kata kunci dan keberhasilan dalam mencapai kemerdekaan.

Demikian pula dalam mengisi kemerdekaan. Persatuan dan kerukunan segenap komponen bangsa merupakan modal penting di dalamnya. Sejak tahun 1908 pemuda-pemudi Indonesia sudah menyadari betapa pentingnya menjalin persatuan untuk meraih kemerdekaan.

Berbagai organisasi kepemudaan dan kedaerahan pun dibentuk sebagai langkah awal untuk menjalin dialog antar segenap komponen bangsa. Rasa senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah waktu itu menjadi salah satu faktor pendorong tumbuhnya semangat untuk menjalin persatuan.

Selama tiga ratus lima puluh tahun Indonesia dijajah adalah akibat lemahnya persatuan. Penjajah Belanda menerapkan politik pecah belah agar bangsa kita tidak memiliki kekuatan untuk meraih kemerdekaan.

Dewasa ini pun penyakit adu domba dan pecah belah itulah yang harus kita waspadai di tengah gencarnya ancaman disintegrasi bangsa. Perbedaan agama, budaya, suku, bangsa, dan adat istiadat yang dimiliki bangsa Indonesia sesungguhnya bisa menjadi potensi integrasi dan sekaligus potensi disintegrasi bangsa.

Manakala perbedaan itu dikelola dengan baik, dengan berlaku adil dan menganggap bahwa perbedaan sebagai kekayaan khazanah bangsa, bisa menjadi potensi integrasi. Sebaliknya, manakala perbedaan itu tidak dikelola dengan bijaksana, akan menjadi potensi disintegrasi bangsa.

Maka mari rekatkan dan satukan Indonesia dengan cinta.

Rosi Sugiarto
Pondok TK Al Firdaus BSB Mijen Jatisari Semarang
eroscintapadamu@yahoo.co.id
085641765201

(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads