Timur Indonesia

Timur Indonesia

- detikNews
Jumat, 05 Sep 2008 08:56 WIB
Timur Indonesia
Jakarta - Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam (ikan melimpah, pertanian yang subur, hutan yang luas, emas, minyak bumi, dan lain-lain). Sekarang di negara kita berkembang stigma akan minim sumber daya manusia yang jujur, kreatif, ulet, pekerja keras, dan minim akan hal-hal positif lainnya.

Namun, tidak dipungkiri juga hasil-hasil pembangunan juga telah nampak. Industri telah berkembang, infrastruktur yang mulai berkembang, pariwisata yang terus digalakkan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah dunia pendidikan terus menerus ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun dari kuantitasnya.

Mari kita lihat semuanya dari kaca mata obyektifitas tanpa harus mengedepankan suku, ras, agama karena memang Indonesia adalah dari Sabang sampai Merauke yang memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan jumlah angkatan kerja yang cukup tinggi. Jika pertumbuhan penduduk yang besar dan angkatan kerja cukup tinggi ini tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang cukup maka masalah pengangguran akan muncul.
Pengangguran sangat erat kaitan dengan problem sosial berupa sentimen-sentimen sosial, kriminalitas, keamanan yang akhirnya menjadi lingkaran permasalahan yang nanti sulit terurai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari kita lirik sedikit ke Indonesia bagian timur mulai dari Nusa Tenggara Bara (Lombok, Sumbawa, Bima) lalu ke NTT dan ujung timur Indonesia (Papua/ Irian). Perkembangan infrastruktur berupa jalan, pendidikan, pertanian, pariwisata lebih-lebih industri jauh tertinggal dibanding saudara-saudara kita yang berada di Indonesia barat.

Ini memerlukan perhatian yang serius dan sungguh-sungguh dari pemerintah baik pusat maupun daerah agar kesenjangan antara di Timur Indonesia dan di Barat Indonesia bisa kita dapatkan solusi yang baik bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Mungkin ini hanya mimpi. Tapi, ada baiknya pemimpin mencoba untuk mengimplementasikannya(action). Jika infrastruktur jalan, jembatan, terminal bis, pelabuhan laut, udara diperbaiki, terus menerus dikembangkan dan ditambah (jembatan antar pulau, maskapai penerbangan yang murah dan kerkualitas) sehingga akses menuju Indonesia timur menjadi lebih mudah maka dengan sendirinya investor dunia usaha akan masuk.

Industri bisa diharapkan berkembang yang akan banyak menyerap banyak tenaga kerja. Perkonomian rakyat bisa bangkit. Transfer teknologi akan terjadi dan nantinya bisa mendorong perkembangan dunia pelatihan dan pendidikan di Indonesia timur. Ini juga sedikit banyak menahan laju urbanisasi ke wilayah Indonesia barat.

Saya yakin banyak putra daerah terbaik Indonesia timur yang ingin kembali membangun daerah tapi terhalang oleh tembok kesejangan yang kokoh dan kuat. Maka tugas pemerintah mebuatkan pintu agar mereka bisa lewat dan membangun daerah. Sehingga kesenjangan sosial tidak terjadi.

Pemerataan bisa kita raih bersama. Pengganguran teratasi. Pengiriman tenaga kerja keluar negeri dapat kita kurangi. Kriminalitas berkurang. Rasa aman bisa kita raih bersama sehingga kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia dapat kita raih. Semua ini memerlukan kerja sama dan kerja keras dari semua pihak dan memerlukan dana yang besar.

Mari kita coba alokasikan dana yang dikorupsi untuk pembangunan Indonesia timur. Lawan korupsi. Amin,

Imran
Joyo Grand F1/20 Malang
imr_bm@yahoo.com
081334662947

(msh/msh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads