Polri mengoptimalkan pendekatan berbasis teknologi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Salah satunya dengan mengerahkan drone pemadam dan cairan khusus X-Fire untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas melalui jalur darat.
Penanganan tersebut ditinjau langsung Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Staf Logistik Polri Brigjen Pol. Hery Santoso, di lokasi karhutla pada titik koordinat -3,1012060, 104,7188240, tepat di samping pintu masuk Tol Pemulutan, Jumat (25/9).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman di lapangan, termasuk kondisi tanah, akses menuju lokasi, ketersediaan air, serta kesiapan personel yang menangani kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penanganan tersebut, penyemprotan menggunakan drone menjadi salah satu metode yang digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Dua unit drone besar milik Staf Logistik Polri dioperasikan langsung oleh operator Slog Polri dan terbang selama sekitar 30 menit untuk menyemprotkan cairan X-Fire ke area yang terbakar.
Setelah melakukan peninjauan pada sore hari, rombongan kembali ke lokasi karhutla sekitar pukul 19.00 WIB untuk memantau proses pemadaman pada malam hari. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan penggunaan drone dan metode manual oleh personel Satbrimob, Ditsamapta, dan Polres Ogan Ilir.
Peninjauan dan pemadaman turut melibatkan Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, Karo Log Polda Sumsel Kombes Pol. Budi Santosa, Kasubbagrenminops Polda Sumsel Kompol Muhammad Indra Parameswara, serta unsur Polres Ogan Ilir, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan tim karhutla yang bersiaga di lokasi.
Pada pemantauan malam hari, turut hadir Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan, Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, Kabag Ops Polres Ogan Ilir AKP Alias Suganda, serta personel gabungan Satbrimob, Ditsamapta, Polres Ogan Ilir, dan jajaran Polsek.
Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, mengatakan penggunaan drone dan cairan X-Fire membantu petugas menjangkau titik api yang berada di lokasi dengan akses darat terbatas.
"Penggunaan drone yang dilengkapi cairan khusus X-Fire sangat membantu kami menjangkau titik api yang jauh dari akses darat. Teknologi ini mempercepat proses pemadaman sekaligus meningkatkan keselamatan personel di lapangan," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).
Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, menyampaikan apresiasi atas dukungan sarana dan personel dalam penanganan karhutla di wilayahnya.
"Kami sangat terbantu dengan kehadiran drone dan cairan X-Fire ini. Dukungan personel dan alat dari Polda Sumsel serta Mabes Polri mempercepat penanganan titik api di Pemulutan, khususnya di area yang berdekatan dengan akses Tol Pemulutan," ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
"Kami berkomitmen mendukung penuh penggunaan teknologi modern seperti drone dan cairan X-Fire dalam penanganan karhutla, demi percepatan pemadaman dan perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap," ujar Kombes Pol. Nandang.
Penanganan karhutla di wilayah Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, berlangsung aman dan kondusif. Polri bersama Polda Sumsel dan unsur terkait terus mengoptimalkan sarana, personel, serta metode penanganan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
"Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan penanganan karhutla yang cepat, terukur, dan adaptif terhadap kondisi medan, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dan lingkungan di wilayah Sumatera Selatan," tutupnya.
Simak juga Video Kepala BNPB: Presiden Prabowo Setiap Hari Pantau Penanganan Karhutla










































