Kepolisian Daerah (Polda) Riau menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik hingga ke pelosok daerah. Melalui sinergi antara Ditpolairud, Ditbinmas, dan Biddokkes, Polda Riau meluncurkan program Jalur (Jelajah Riau untuk Rakyat) serta Ekspedisi Merah Putih Presisi.
Program ini diinisiasi langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sebagai langkah nyata kepolisian dalam menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, tepian sungai, hingga pulau-pulau terluar di Provinsi Riau.
Dirpolairud Polda Riau, Kombes Pol Apri Fajar, menyampaikan bahwa peradaban Riau tidak lepas dari aliran sungai yang sejak dulu menjadi pusat kehidupan, perdagangan, dan kebudayaan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di wilayah Riau yang luas ini, masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, tepian sungai, dan pulau-pulau. Oleh karena itu, Polri harus hadir memastikan pelayanan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terhalang geografis," ujar Kombes Apri Fajar, dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Menurut Kombes Apri Fajar, program Jalur bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sulit mengakses pelayanan publik dasar. Dalam pelaksanaannya, Polda Riau berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, mahasiswa, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat untuk menghadirkan deretan pelayanan langsung.
Program Jalur Polda Riau menghadirkan Klinik Terapung, melayani kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir Foto: dok. Polda Riau |
Salah satunya dengan menghadirkan Klinik Terapung. Tujuannya untuk memberikan pelayanan medis gratis bagi kawasan perairan dan pesisir.
Polda Riau juga menghadirkan Kapal Baca sebagai sarana literasi dan edukasi mobile bagi anak-anak di pulau terluar dan tepian sungai. Sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, Jalur Polda Riau juga membawa misi kemanusiaan dan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Langkah ini diperkuat melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, sebuah gerakan untuk memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sejauh apa pun wilayah yang harus ditempuh petugas.
Sebagai informasi, Polda Riau telah menuntaskan Ekspedisi Merah Putih Presisi tepat di momen Hari Kemerdekaan ke-81 RI, 17 Agustus 2026 lalu. Dalam kegiatan tersebut, Polda Riau membawa misi kemanusiaan di 17 daerah terpencil, terluar, dan terdepan (3T).
Program Jalur Polda Riau mendekatkan pelayanan masyarakat di wilayah pesisir. Foto: dok. Polda Riau |
Selain fokus pada pelayanan sosial dan kesehatan, program ini juga menyentuh aspek pelestarian lingkungan. Lewat pendekatan Green Policing, Ditpolairud Polda Riau mengajak masyarakat pesisir untuk aktif melakukan penanaman pohon mangrove dan menjaga ekosistem perairan.
"Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam. Sebab, menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga masa depan generasi yang akan datang," tegasnya.
Kombes Apri Fajar menekankan bahwa jajaran Polda Riau hadir tidak hanya dalam rangka penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendengarkan aspirasi serta memberikan solusi atas permasalahan warga.
"Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendengar, membantu, melayani, dan mencarikan solusi bagi masyarakat. Karena sejauh apa pun jaraknya, sedekat itu Polri dengan rakyat," pungkasnya.
Simak juga Video 'Prabowo Minta 3 Orang Pura-pura Mancing Bakar Lahan di Riau Dibawa ke Jakarta':
(mea/dhn)











































