Pembangunan 500 Sumur Bor Dipercepat untuk Tangani Karhutla Riau

Pembangunan 500 Sumur Bor Dipercepat untuk Tangani Karhutla Riau

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 27 Agu 2026 18:49 WIB
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo usai Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).
Foto: Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo. (dok. Polda Riau)
Pekanbaru -

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten di Provinsi Riau terus dimaksimalkan. Pembangunan 500 sumur bor juga dipercepat demi penanganan kebakaran yang lebih intensif.

Panglima Kodam (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, menyampaikan pembangunan sumur bor akan dipercepat sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat beberapa waktu yang lalu.

"Mungkin besok dan hari ini sudah kita tindak lanjuti, ada bantuan dari Bapak Presiden sumur bor, 500 sumur bor akan kita percepat," kata Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo seusai Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla bersama Forkopimda, di Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara teknis, jajaran TNI dan Polri bersama instansi terkait akan mencari titik pengeboran sebagai sumber air dengan memanfaatkan geolistrik. Sumur bor tersebut rencananya akan dibangun permanen sehingga nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga.

"Nanti itu akan kita jadikan permanen untuk bisa dimanfaatkan oleh semua desa, dijaga oleh desa, kita bagikan kepada desa untuk dirawat. Dan apabila ada keperluan atau digunakan untuk penanganan bencana karhutla, ini bisa kita gunakan," imbuhnya.

Di samping itu, Kodam XIX/Tuanku Tambusai juga mengerahkan 100 personel penyuluh terdiri dari perwira menengah (pamen) dan perwira pertama (pama) untuk disebar ke sejumlah wilayah. Mereka berkolaborasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa untuk mengedukasi masyarakat terkait maklumat pelarangan membakar lahan.

"Dan ini sudah saya distribusikan sesuai dengan pembagian rayonisasi atau klaster wilayah-wilayah di kabupaten-kabupaten yang nanti tugas pokoknya adalah memberikan edukasi, penyuluhan tentang maklumat, kemudian hal-hal upaya-upaya preventif, upaya-upaya restoratif yang sudah disampaikan melalui maklumat itu," tuturnya.

Hotspot Riau Turun


Titik panas (hotspot) di Provinsi Riau per hari ini menunjukkan penurunan signifikan dari 200 titik menjadi 79 titik. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyebut penurunan itu berkat kerja sama dan gotong royong antara TNI, Polri, dan jajaran Forkopimda hingga masyarakat.

"Kekuatan kita semua adalah bergotong royong. Tidak ada kegiatan yang tidak bisa kita laksanakan secara parsial untuk menghadapi karhutla yang sudah kita anggap sebagai kejadian extraordinary, kejadian luar biasa," ujar Irjen Herry.

Dalam rapat tersebut, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat hingga korporasi yang memiliki area konsesi di Riau agar turut serta dalam penanganan karhutla. Kapolda menegaskan, karhutla yang terjadi saat ini harus dipandang sebagai kejadian luar biasa atau extraordinary.

"Karena itu, penanganannya juga membutuhkan langkah-langkah luar biasa dengan melibatkan seluruh kekuatan yang ada," imbuhnya.

Irjen Herry Heryawan berharap semangat gotong royong yang selama ini dibangun semakin diperkuat. Kehadiran pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, perusahaan, masyarakat peduli api, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kekuatan utama dalam menghadapi karhutla.

"Penegasan Bapak Presiden itu serius dan ini menjadi kekuatan kita bersama, menjadi perintah. Panglima yang hadir di sini harus bisa wujudkan," tegasnya.

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini