Puluhan ribu pelari dari berbagai daerah hingga mancanegara akan meramaikan Riau Bhayangkara Run 2026 yang akan digelar akhir pekan ini. Bukan sekadar lomba lari, event terbesar se-Sumatra ini menjadi sebuah simbol dan aksi nyata melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mengusung tema 'Run with Purpose, Move Forward with Riau', agenda tahunan yang diselenggarakan Polda Riau ini menjadi momentum untuk membangun human solidarity dan environmental ethics di kalangan masyarakat. Di tengah ancaman kemarau panjang, Riau Bhayangkara Run 2026 akan menjadi motor penggerak untuk menyelamatkan Bumi Lancang Kuning dari ancaman karhutla.
Provinsi Riau dan karhutla adalah dua hal yang akrab dengan kabut asap. Melalui RBR 2026, Polda Riau mencoba mendobrak stigma tersebut dengan mengawinkan olahraga massal dan pendekatan Green Policing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tegaskan bahwa bumi ini hanya satu dan kita wajib menjaganya demi keberlanjutan masa depan generasi penerus bangsa," kata Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Mengubah Budaya Lewat Green Policing
Green Policing yang diusung dalam event ini menekankan bahwa penegakan hukum tidak lagi hanya berfokus pada keadilan antarmanusia, melainkan juga keadilan bagi alam. Polda Riau menyadari bahwa memadamkan api di lahan gambut adalah hilir dari masalah, hulunya adalah mengubah pola pikir (mindset) masyarakat.
Melalui RBR 2026, pesan menjaga ekosistem disuarakan dengan lantang. Edukasi lingkungan ditargetkan secara masif, mulai dari generasi muda, pelajar, hingga para pencinta olahraga dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara.
Tujuannya satu: membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan dan mencegah karhutla adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemadam kebakaran dan aparat.
"Alam ini bukan warisan yang bebas kita habiskan, melainkan titipan yang wajib kita jaga dan rawat untuk generasi mendatang," tegas jenderal lulusan Akpol 96 itu.
Komitmen Bersih dan Penghijauan
Implementasi melawan Karhutla dan perusakan alam dalam Riau Bhayangkara Run 2026 bukan hanya slogan di atas spanduk. Penyelenggara menerapkan aturan ketat terkait pengelolaan sampah selama acara berlangsung.
Bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Polda Riau menjamin rute lari kembali bersih tanpa menyisakan limbah plastik pasca-event. Total sebanyak 200 petugas kebersihan akan diterjunkan untuk memastikan lingkungan kembali bersih usai acara.
Gema Green Policing digaungkan dengan mengajak masyarakat untuk menanam pohon berkelanjutan. Sebagai informasi, setiap peserta lari nantinya tidak akan pulang dengan membawa medali, tetapi juga kado istimewa dari Polda Riau berupa bibit pohon.
Riau Bhayangkara Run 2026 membuktikan bahwa Polri bersama masyarakat dapat bergerak bersama melalui cara yang positif dan sehat. Karena setiap meter jarak yang ditempuh para pelari adalah simbol perlawanan terhadap mereka yang merusak hutan, dan wujud cinta yang mendalam bagi kelestarian alam Riau.
Riau Bhayangkara Run 2026 akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026 dan rencananya akan dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ada tiga kategori yang dilombakan yakni 5K, 10K, dan 21K.
Event ini diikuti oleh 20 ribu peserta yang tidak hanya warga domestik tetapi juga mancanegara. Tercatat sejauh ini ada 9 peserta yang berasal dari Kenya dan Prancis ikut serta dalam event tersebut.
Lihat juga Video: Riau Bhayangkara Run 2026 Kembali Digelar, Bawa Misi Selamatkan Bumi










































