"Survei terbaru LSN menunjukkan tingkat elektabilitas pasangan SBY-Boediono cenderung mengalami penurunan. Sementara kompetitornya JK-Wiranto dan Megawati-Prabowo mengalami kenaikan. Jika trend ini berlanjut hingga awal Juli nanti, sangat mungkin pilpres akan berlangsung 2 putran," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam rilisnya yang dikirim kepada detikcom, Selasa (9/6/2009).
Berdasarkan survei LSN yang dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 5 juni 2009 di 33 provinsi seluruh Indonesia dengan sampel 1.230 responden, hasilnya pasangan SBY-Boediono yang pada survei sebelumnya (15-20 Mei 2009) elektabilitas SBY-Boediono sekitar 67,1%, maka pada survei 1-5 Juni 2009 turun menjadi 62,5%. Hal berbeda ditunjukkan oleh pasangan JK-Wiranto yang naik 11,4% dari survei sebelumnya yang hanya 6,4%, kini. Demikian juga dengan pasangan Mega-Prabowo yang naik menjadi 14,2% dari survei sebelumnya yang hanya sekitar 11,8%. 9,9 persen menyatakan belum menentukan pilihan dan 2 persen menyatakan golput.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Umar, gerakan pasangan JK-Wiranto dan Mega-Prabowo yang memanfaatkan mesin politik secara maksimal membawa hasil peningkatan elektabilitasnya setiap hari. Sementara pada saat yang sama, elektabilitas SBY-Boediono terus turun akibat rasa puasnya yang selama ini diberitakan media bahwa hasil surveinya menempati posisi tertinggi.
"Survei LSN dilaksanakan saat ketiga pasangan belum bergerak melakukan sosialisasi dan pencitraan secara massif di media massa. Sementara survei kedua (1-5 Juni) dilakukan setelah ketiga pasangan menggerakkan mesin politiknya untuk mencari dukungan publik. Tampaknya performans JK yang mempesona di sejumlah acara TV tampaknya cukup mengubah persepsi publik terhadap politisi asal Makassar ini," pungkasnya. (yid/asy)










































