"SBY-Boediono dalam dua bulan terakhir memang mengalami penurunan sebanyak 7 persen," kata Direktur Eksekutif LSI, Dodi Ambardi.
Dodi menyampaikan hal itu dalam survei tentang 'Debat Capres-Cawapres dan Kecenderungan Sikap Pemilih' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (4/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
50 persen responden adalah perempuan, 50 persen lainnya laki-laki. Sebanyak 60 persen responden berada di pedesaan, sedang sisanya di perkotaan.
Berikut hasil survei LSI terbaru tentang elektabilitas capres-cawapres:
SBY-Boediono: 63%
Mega-Prabowo: 21%
JK-Wiranto: 11%
Belum memilih: 5%
Menurut Dodi, pada Mei 2009, suara SBY mencapai 70 persen. Namun saat survei dilakukan 2 Juli, suaranya justru menurun menjadi 63 persen.
Sedangkan Mega-Prabowo cenderung stabil. Di awal Mei, pasangan ini mendapat 20 persen, dan kini menjadi 21 persen.
Hasil luar biasa sebenarnya dicapai oleh JK-Wiranto. Bulan Mei, mereka hanya mendapat 3 persen. Kini suara yang mereka dapat adalah 11 persen.
"Kecenderungan pilihan pada capres-cawapres dalam dua bulan terakhir tidak menunjukan perubahan sangat penting," jelasnya.
Yang ditunggu-tunggu, lanjut Dodi, apakah JK dan Mega sanggup menaikkan suara secara besar dalam hitungan hari ini. Jika tidak, SBY sangat sulit akan dikejar. "Jawabannya kita tunggu tanggal 8," kata Dodi.
(mok/asy)











































