Demikian hasil survei Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang disampaikan di Kantor LSI, Jl Lembang Terusan D-57, Jakarta, Kamis (4/6/2009). Survei dilakukan pada tanggal 25-29 Mei 2009 di 33 provinsi, dengan 2999 responden, pada tingkat kepercayaan 95% dengan margin error +/- 1,8 %.
Menurut hasil survei itu, Keunggulan SBY atas Mega dan JK tak jauh berbeda jika ketiganya diukur secara berpasangan. Pasangan SBY-Boediono meraih 70%. Angka itu stabil sejak awal hingga akhir Mei 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang berbeda justru terjadi pada pasangan Mega-Prabowo. Duet ini justru mengalami penurunan. Pada awal bulan Mei 2009 elektabilitas pasangan yang diusung PDIP-Gerindra ini 21%. Sayangnya, di akhir bulan merosot menjadi 18 %.
Yang menarik dicermati, JK-Wiranto dalam sebulan mampu menaikkan elektabilitasnya sebanyak 4%. Yang terganggu dari kenaikan elektabilitas itu untuk sementara adalah Megawati-Prabowo dan bukan SBY-Boediono.
Fakta ini menarik, sebab elektabilitas SBY-Boediono ternyata tidak terganggu oleh manuver JK-Wiranto dan justru yang tergerus adalah Mega-Prabowo. (Rez/yid)











































