persen.
"Ini berarti SBY masih paling tinggi. Semantara jumlah pemilih yang nggak tahu mencapai 11,4 persen," kata Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Dodi Ambardi di kantor LSI, Jl Lembang Terusan, Jakarta, Minggu (5/4/2009).
Menurut Dodi, survei dilakukan secara cepat dari tanggal 31 Maret sampai 1 April 2009. Jumlah sampel mencapai 2.486 orang dengan wawancara langsung di 33 provinsi. Metode yang dipilih dalam survei ini menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kesalahan 2,3 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dodi, Perolehan angka tersebut tidak banyak dipengaruhi oleh kampanye terbuka yang dilakukan capres maupun parpol. Perolehan suara hanya berkorelasi positif pada kampanye yang dilakukan secara kontinyu, berlangsung lama dan sistemik seperti Demokrat dan Gerindra.
"Pilihan terhadap Mega, Prabowo, Sultan, Wiranto dan JK tidak mengalami perubahan berarti akibat kampanye terbuka," imbuh lulusan Ohio University, AS tersebut.
(Ari/yid)











































