Demikian survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang disampaikan Direktur LSI, Kuskrido Ambardi, di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2009).
Survei capres yang diselenggarakan LSI ini bertema "Magnet Calon Presiden dan Kinerja Pemerintah". Survei ini berlangsung mulai 8 Februari hingga 18 Februari 2009 dengan mengambil 2.455 responden di 33 provinsi. Riset yang menggunakan metodologi survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95%, margin error 2,4 %.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk keadaan politik dan nasional sekarang, 32% responden menilai keadaannya baik, 37% sedang, 17% buruk dan 9% tidak tahu.
Untuk keadaan penegakan hukum, 45% responden menilai baik, 31% sedang, 14% buruk dan sisanya tidak tahu. Keadaan keamanan dan ketertiban, 60% responden menilai baik, 26% sedang, 10% buruk dan sisanya tidak tahu.
Selanjutnya, kinerja pemerintah untuk mengurangi kemiskinan 51 responden menyatakan baik. Kinerja pemerintah untuk mengatasi pengangguran, 41% responden menilai kurang baik.
Untuk menanggulangi masalah korupsi, 80% responden menilai baik. Pendidikan, 83% responden menilai baik. Sedangkan di bidang kesehatan, 83% responden menilai baik.
Krisis Global
Sebanyak 62 % responden mengetahui krisis global. Sedangkan 82% responden mulai merasa pengaruh dari krisis ekonomi ini.
84% Responden melihat pemerintah bekerja keras untuk mencegah krisis. 81% Responden menilai langkah pemerintah sudah benar untuk mengatasi krisis. Hasilnya, 78 responden yakin pemerintah mampu mengatasi krisis ini.
Kuskrido mengatakan, penilaian publik pada kinerja pemerintah cenderung membaik pada September 2008 hingga Februari 2009.
"Tetapi, kepuasan terhadap SBY sempat berada di bawah 50 % yakni 45% karena kenaikan BBM yang ketiga. Sedangkan untuk kinerja pemerintah SBY di bidang politik, hukum, masalah sosial, pendidikan dan kesehatan mendapat nilai yang positif dari rakyat," beber Kuskrido. (aan/asy)











































