Demikian survei LSI yang disampaikan Direktur LSI, Kuskrido Ambardi,di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2009).
Survei capres yang diselenggarakan LSI ini bertema "Magnet Calon Presiden dan Kinerja Pemerintah". Survei ini berlangsung mulai 8 Februari hingga 18 Februari 2009 dengan mengambil 2.455 responden di 33 provinsi. Riset yang menggunakan metodologi survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95%, margin error 2,4 %.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY dipilih 50,3% responden, Megawati mengantongi 18,5%, Prabowo 4,3%, Sultan 3,9%, Wiranto meraup 3,0%, JK mendapat 2,0%, Hidayat meraih 1,7%, dan Amien Rais hanya mendapat dukungan 1,4% responden.
SBY kembali menduduki peringkat teratas saat 'dipertarungkan' dengan 2 capres lainnya.
SBY-Megawati-Sultan = SBY (59%), Mega (22%), dan Sultan (8%).
SBY-Mega-Prabowo = SBY (59%), Megawati (21%), Prabowo (7%).
SBY-Megawati-Wiranto = SBY (60%), Megawati (23%), Wiranto (5%)
SBY-Prabowo Wiranto = SBY (66%), Prabowo (11%), Wiranto (7%).
SBY lagi-lagi nangkring di posisi pertama saat 'duel' 1 lawan 1 capres.
SBY-Wiranto = SBY (71%), Wiranto (11%),
SBY-Prabowo = SBY (70%), Prabowo (14%)
SBY Sultan = SBY (70%), Sultan 13
SBY-Mega = SBY 64%, Mega (23%)
Kuskrida mengatakan, kesimpulan survei ini adalahย yang menginginkan SBY kembali menjadi presiden sebanyak 60% responden.
"Ini tidak terpisah dari kinerja pemerintahannya di mata pemilih. Demokrat memiliki nilai yang sangat kuat dibanding partai lain, yakni dengan Presiden SBY," kata lulusan Ohio State University ini. (aan/nrl)











































