Berangkat dari pemiliran ini Lembaga Riset Informasi (LRI) pun menggelar survei. Sejumlah tokoh politik dimunculkan dan ditanyakan bagaimana kecocokannya pada 1.890 orang responden di 33 propinsi.
Para calon pendamping Mega itu adalah mantan Danjen Kopassus Prabowo Subiyanto, pengusaha muda Sandiaga Uno dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Tiga nama itu dipilih berdasar pada isu terkini yang berkembang di masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Responden yang berpendidikan setara SLTA dan S1 menilai Hidayat Nur Wahid bukan figur yang tepat untuk menjadi wapres bagi Megawati. Duet Mega-Hidayat hanya didukung 0,02 persen responden.
Dukungan terhadap Sandiaga Uno juga terhitung minim. Hanya 2,95 responden yang mendukung pengusaha muda tersebut duduk mendampingi Mega di pucuk pemerintahan RI periode 2009-2014.
Dukungan tertinggi diperoleh Prabowo Subiyanto. Sebanyak 24,4 persen responden menilai bakal capres dari Partai Gerindra itu cukup tepat bila menjadi cawapres bagi jagoan dari PDI Perjuangan.
Berdasar rangking, tingkat pasangan Mega yang dianggap cocok itu adalah:
1. Mega-Prabowo 24,4%
2. Mega-Sandiaga Uno 2,95%
3. Mega-Hidayat 0,02%
Nampaknya mayoritas responden masih terlalu familiar dengan jargon Mega-Sultan yang sempat membahana bulan lalu. Hasil survei yang berlangsung pada 8-16 Februari 2009 menunjukkan pasangan yang layu sebelum berkembang itu didukung 37,2 persen responden.
(lh/nrl)











































