Survei SSS: Elektabilitas SBY Turun, Pilpres Dua Putaran

Survei SSS: Elektabilitas SBY Turun, Pilpres Dua Putaran

- detikNews
Sabtu, 13 Jun 2009 14:17 WIB
Survei SSS: Elektabilitas SBY Turun, Pilpres Dua Putaran
Jakarta - Survei Soegeng Sarjadi Sindycate (SSS) menempatkan pasangan SBY-Boediono di posisi pertama dengan 52,5 persen, kedua Mega-Prabowo 24,4 persen dan JK-Wiranto 20,2 persen. Elektabilitas SBY-Boediono terus menurun dan kemungkinan Pilpres 2009 berlangsung dua putaran.

Demikian hasil survei yang disampaikan Penanggung Jawab Survei Soegeng Sarjadi Sindycate (SSS) Totok Sugiarto dalam peluncuran hasil survei "Pilpres 2009: Satu Putaran Versus Dua Putaran" di Garden Terrace, Hotel Four Seasson, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2009).

Survei SSS ini dilakukan pada 5 hingga 9 Juni 2009 di 137 Kabupaten dan Kota di 33 Provinsi yang melibatkan 2.496 responden. Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini dengan tingkat kepercayaan 95 persen, sampling error 2 persen dan margin error sekitar 1,96 persen.

"SBY-Boediono ada kecenderungan menurun, di mana selisih antara satu kandidat dengan kandidat lainnya semakin tipis. Berdasarkan hasil survei ini bisa disimpulkan pilpres akan berlangsung dua putaran," kata Totok Sugiarto.

Menurut Totok, hasil survei ini juga membandingkan dengan survei lembaga lainnya yang hasilnya mengindikasikan tren penurunan elektabilitas pasangan SBY-Boediono. Misalnya, hasil survei LSI menyebutkan 71 persen, survei pertama LSN 67,1 persen, survei kedua LSN 62,5 persen, LP3ES 54,9 persen, Reform Institute 62,92 persen dan Lingkar Survei Indonesia (LSI) 63,1 persen.

Dijelaskan Totok, beberapa faktor penyebab menurunnya ektabilitas SBY-Boediono. Di antaranya komentar berbau SARA yang dilontarkan oleh Ruhut Sitompul tentang peranan masyarakat etnis keturunan Arab, komentar SBY yang menyinggung pengusaha, serta isu neoliberalisme yang terus menerpa Boediono.Selain itu, tingkat kepercayaan publik terhadap laporan kekayaan SBY juga paling rendah sebesar 50,5 %. Sementara terhadap laporan kekayaan Megawati 51, 8 persen. Sedangkan terhadap laporan kekayaan Jusuf Kalla sebesar 52,6 persen.

Sedangkan laporan kekayaan cawapres, Prabowo yang paling dipercaya 57,3 persen. Boediono 55,8 persen dan Wiranto 50,7 persen. (zal/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads