SBY 62,92%, Mega 16,99%, dan JK 11,31%

Survei Reform Institute

SBY 62,92%, Mega 16,99%, dan JK 11,31%

- detikNews
Kamis, 11 Jun 2009 15:18 WIB
SBY 62,92%, Mega 16,99%, dan JK 11,31%
Jakarta - Di tengah kecaman tentang survei pesanan, lembaga-lembaga survei tetap melakukan survei tentang Pemilihan Presiden (Pilpres). Hasil survei Reform Institute hampir sama dengan lembaga-lembaga survei lain: SBY-Boediono meraih 62,92%, Mega-Prabowo 16,99%, dan JK-Wiranto 11,31%.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (11/6/2009), Reform Institute melakukan surveinya padaΒ  25 Mei sampai 30 Mei 2009 di 68 desa dan 58 kelurahan pada 33 provinsi di seluruh Indonesia. Jumlah sampel adalah 2500, margin error 1,96, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Dari survei itu diketahui bahwa 94,6% sudah terdaftar di DPS. Sisanya, 5,4% belum terdaftar di DPS. Dari 94,6% responden yang sudah terdaftar di DPS, sebanyak 91% di antaranya menyatakan akan ikut memilih dan 3,4% akan menjadi golongan putih (golput) alias tidak memilih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mayoritas responden yang akan ikut memilih pada pilpres 8 Juli 2009 nanti, 78,24% responden sudah memiliki pilihan capres-cawapres. Hanya 21 persen responden yang mengaku belum punya pilihan. Dari responden yang sudah memiliki pilihan itu, 62,92% akan memilih SBY-Boediono, 16,99% akan memilih Mega-Prabowo, dan 11,31% akan memilih JK-Wiranto.

Mayoritas responden (78%) tidak mengaitkan pilihan capres/cawapres partainya. Hanya 21,58 persen yang mengaitkan
keduanya. Sedangkan mengenai kesamaan pilihan parpol dengan anggota keluarga terbilang tinggi, yakni sekitar 67 persen. Sementara yang berbeda kurang dari sepertiganya

Jumlah responden yang mengaku masih bisa berubah sikap ada sekitar 27,63 persen, yang sudah tetap 72,37 persen. Pemilih pasangan capres/cawapres SBY-Boediono yang masih bisa berubah sebanyak 24,54 persen,sementara pemilih pasangan JKWiranto tertinggi 35,44%.

Hasil survei Reform Institute juga memperlihatkan kemungkinan golput di Pilpres 2009 kecil. Sebanyak 91% responden yang terdaftar di DPS menyatakan akan ikut memilih, meski hanya 23% di antara mereka yang berminat hadir di kampanye.
(asy/nrl)


Berita Terkait