Duet SBY-HNW Tetap Unggul

Duet SBY-HNW Tetap Unggul

- detikNews
Sabtu, 09 Mei 2009 12:44 WIB
Duet SBY-HNW Tetap Unggul
Jakarta - Siapa calon wakil presiden pendamping Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang belum diketahui. Namun, SBY diprediksi akan memenangi pilpres jika berduet dengan Hidayat Nur Wahid (HNW).

Mantan presiden PKS itu masih dipandang sebagai pendamping ideal bagi SBY dibanding cawapres lainnya. Demikian menurut hasil survei yang dilakukan Lembaga Riset Informasi (LRI) pada 3-7 Mei 2009 lalu.

Survei diselenggarakan di 33 provinsi dengan jumlah responden 2.066 orang. Pemilihan responden menggunakan teknik sampling multi-state cluster dan kuesioner dibuat secara terstruktur. Tingkat kepercayaan survei ini diklaim mencapai 95 persen dan margin error 2,2 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika SBY menyebut ada 19 cawapres yang diusulkan kepada dirinya, LRI memampatkannya menjadi enam cawapres saja dalam survei. Para nominator cawapres tersebut dianggap sesuai dengan lima kriteria cawapres yang diungkapkan SBY serta Partai Demokrat (PD).

Enam cawapres itu beserta urutan perolehan suaranya adalah: HNW (29,3 persen), Boediono (19,2 persen), Sri Mulyani (11,4 persen), Hatta Rajasa (10,2 persen), Aburizal Bakrie (8,6 persen), Akbar Tanjung (4,1 persen) dan sisanya 17,2 persen belum menentukan.

Duet SBY-HNW tetap berada di peringkat teratas ketika dihadapkan dengan pasangan capres-cawapres lainnya, terutama berdasarkan partai politik. SBY-HNW mendapatkan 36,2 persen mengungguli pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (27,6 persen), Megawati-Prabowo (19,1 persen) dan 17,1 persen sisanya belum menentukan pilihan.

Nah, bagaimana jika cawapres SBY berasal dari kalangan profesional? LRI mencoba untuk menduetkan SBY dengan Boediono yang kini menjadi Gubernur BI. Hasilnya, duet tersebut tetap momor satu, yakni SBY-Boediono dipilih 32,1 persen responden, Jusuf Kalla-Wiranto (27,3 persen), Megawati-Prabowo (20,2 persen). sisanya, 20,4 belum menentukan.

Adapun mengenai dipilihnya Boediono ini, Direktur LRI Johan Silalahi mengatakan, Boediono memiliki hubungan yang sangat baik dengan Megawati dan juga PDIP.

"Kalau menang peluang SBY untuk masuk ke koalisi pemerintahan dengan PDIP itu besar. Budiono lebih acceptable dibanding Sri Mulyani," ujarnya saat memaparkan hasil survei di Warung Sate Senayan, Jl Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2009).

Namun, terhadap hasil survei lembaganya ini, Johan mengimbau agar SBY berbesar hati terlebih dahulu. Dia justru mengatakan surveinya ini menjadi lampu kuning bagi SBY.

"Tetapi jangan salah dulu, partai pemenang pemilu selalu kalah dalam pemilihan presiden. Jadi ini bisa dikatakan jadi lampu kuning bagi SBY. Hati-hati bagi SBY dalam memilih cawapresnya. Karena sekarang konstelasi politik sudah cair," pungkasnya.
(irw/gah)


Berita Terkait