Demikian hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang bertema "Elektabilitas Calon Presiden-Wapres dan Persepsi Masyarakat terhadap Kriteria Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2009'. Survei tersebut dilakukan di 5 kota besar yakni Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Makassar.
Jumlah sampel dalam survei yakni 1.118 orang. Survei dilakukan dengan metode wawancara telepon pada 28-29 April 2009.Terkait pertanyaan kreteria utama cawapres menurut masyarakat, muncul 7 kreteria masing-masing: 1.Bersih dari KKN 39.8 persen; 2.Diterima oleh masyarakat luas 25,2 persen; 3.Memiliki pengalaman dalam pemerintahan 14,3 persen; 4.Berasal dari kalangan profesional 9,1 persen; 5.Loyal kepada presiden 7,9 persen; 6.Tidak menimbulkan konflik internal partainya sendiri 2,3 persen; 7.Berasal dari parpol 1.4 persen.Survei mengenai cawapres, HNW menduduki posisi pertama dengan 37,9 persen disusul Akbar Tandjung (13,2 persen), Sri Mulyani (12,5 persen), Hatta Rajasa (7,7 persen), Soetrisno Bachir (3,6 persen), Muhaimin Iskandar (1,5 persen), Fadel Muhammad (1,5 persen), dan Lukman Edy (0,5 persen).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan jika SBY memilih cawapresnya dari kalangan parpol, responden memilih sosok Presiden PKS Tifatul Sembiring yang teratas dengan persentase (39,2) disusul Sutrisno Bachir (PAN/19,6), Muhaimin Iskandar (PKB/8,4), Suryadharma Ali (PPP/3,2).
"Hidayat itu kuat di seluruh kota yang kita survei mungkin melambangkan PKS yang kuat di kota-kota besar," ujar Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid dalam jumpa pers di Wisma Antara Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2009).
Fajar menambahkan, dari hasil survei, sebanyak 39,8 persen masyarakat menginginkan cawapres SBY bersih dari KKN. 25,2 Persen masyarakat ingin cawapres dikenal publik, dan 14,3 persen masyarakat ingin cawapres berpengalaman.
Namun pengamat politik Indo Barometer M Qodari yang hadir dalam acara ini mengatakan, survei itu tidak mencerminkan keinginan pemilih dari seluruh Indonesia. Karena hanya dilakukan di 5 kota besar dan 3 kota yang disurvei terdapat di pulau Jawa.
Qodari juga mengatakan, secara tidak langsung SBY mengisyaratkan untuk memilih cawapres dari wilayah Barat.
"Kalau saat ini kan SBY mempunyai pendamping dari Timur. Maka sekarang SBY akan memilih dari wilayah Barat, Sumatera, yakni Hatta Rajasa," katanya.Khusus untuk Hidayat Nur Wahid dalam kaitannya dengan survei ini, Qodari memberi catatan bahwa tingginya presentase HNW (37,9) merupakan efek dari bias survei yang hanya dilakukan di 5 kota besar. “Hidayat tokoh yang bias dalam kelompok atas dan berpenghasilan tinggi dan berpendidikan tinggi di kota-kota besar. Jika survei ini lebih diperluas hingga ke beberapa kabupaten saja, besar kemungkinan peluang HNW tertutup untuk mendampingi SBY,” kata Qodari. (nik/irw)











































