"Kalau Anda jujur kepada saya, saya juga boleh dong jujur dan apa adanya". Kata-kata yang sering diucapkan oleh Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan termasuk dalam wawancara atau diskusi meja bundar dengan beberapa tokoh di Hambalang beberapa hari lalu.
Inilah kata-kata presiden yang menempatkan dirinya sebagai seorang egaliter, mengangkat derajat demokrasi dan Hak Asasi Manusia.
Beliau berkomunikasi dengan bahasa yang humanis, egaliter, demokratis, transparan, akuntabel, ilmiah dan dengan bahasa yang terkontrol sebagai pemimpin dan negarawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai kesempatan saya menyaksikan ketika seseorang mengajukan pertanyaan kepada pemimpin bangsa, seringkali menyatakan saya mewakili rakyat.
Rakyat yang mana? Meski yang bertanya itu seringkali anak seorang mantan menteri yang yang hidup dalam lingkaran elit Indonesia yang tidak pernah turun hidup menderita bersama rakyat, tidak pernah merasakan situasi riil di lapangan termasuk tidak pernah melihat hasil dari hampir Rp 1.300 triliun APBN untuk berbagai program kerakyatan.
Jujur saja, hari ini rakyat sudah merasakan betapa takhta untuk rakyat dan harta untuk rakyat. Terbukti dalam 15 tahun terakhir, Indeks Gini Ratio mencapai 0,363 terbaik sepanjang 15 tahun terakhir.
Artinya sedang terjadi pemerataan daya beli masyarakat. Oke, intinya jangan kita menggunakan perasaan pribadi lalu mengklaim dan mengatakan bawah saya bertanya mewakili perasaan publik! Kita tidak pernah tahu mewakili publik yang mana?
Bukankah Presiden dipilih oleh 96.214.691 pemilih? Bukankah 50% menteri dan wakil menteri dalam kabinet ini adalah tokoh-tokoh pergerakan Indonesia yang berjuang bertahun-tahun bersama rakyat?
Bukankah penasehat pemerintah termasuk Kementerian HAM RI adalah tokoh-tokoh penggawa dan prominent Republik Indonesia? Bukankah para tenaga ahli di pemerintahan saat ini adalah tokoh-tokoh pergerakan?
Sementara itu, mereka yang nyinyir saya amati baru belajar menjadi aktivis; termasuk ada yang baru menjadi pensiunan eselon 1 PNS di pemerintah orde baru dan reformasi dll, serta mereka yang ada di pihak kalah pemilu.
Saya amati pula, pertanyaan yang disampaikan kepada presiden yang seharusnya tentang visi dan misi mau dibawa kemana arah negara ini, justru malah bertanya tentang kerja-kerja teknis yang seharusnya bertanya kepada menteri dan wakil menteri terkait.
Tapi, oke lah. Itulah jiwa besar seorang Presiden Prabowo yang sangat sabar meladeni semua pertanyaan tersebut.
Dari sisi saya sebagai Menteri HAM RI, jelas keberpihakan kami pada beberapa isu publik. Misalnya saat terjadi penembakan liar oleh oknum aparat tahun 2024, kasus teror kepala babi di media Tempo, kecaman terhadap vonis rendah kasus mega korupsi PT Timah, perlindungan aktivis dan mahasiswa saat demonstrasi serta kerusuhan Agustus 2025, permintaan kementerian HAM untuk membebaskan aktivis Del Pedro dkk, hingga sikap tegas dan langkah nyata Kementerian HAM menyikapi penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Saya sampaikan bahwa Menteri HAM adalah yang pertama dari pejabat pemerintah (eksekutif) hadir dan menyatakan sikap membela korban dan rakyat.
Saya boleh sampaikan, bahkan tidak pernah ada dalam sejarah Reformasi seorang menteri (pembantu Presiden) yang menyatakan secara lantang sikapnya dalam sebuah peristiwa demi keadilan dan pelindungan terhadap warga negara.
Kembali ke forum Meja Bundar Hambalang. Publik setidaknya makin paham seluruh pikiran dan perasaan seorang Presiden Prabowo Subianto.
Saya yang menyelami dari dekat pikiran dan perasaannya, sosok Prabowo adalah sosok yang menyayangi rakyat, bangsa dan negara dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Jawaban Presiden terhadap berbagai pertanyaan menunjukkan Prabowo adalah pemimpin egaliter dalam sejarah Republik Indonesia.
Sebuah sikap yang berbanding terbalik dengan kepemimpinan Indonesia hampir 80 tahun Indonesia merdeka yang menempatkan pemimpin sebagai titisan dewa (ratu adil) yang tutur kata mereka sebagai 'Divine Rights of The King'.
Hari ini Prabowo menunjukkan dirinya sebagai pemimpin egaliter, demokratis, menjunjung tinggi nilai humanisme dan semua rakyat Indonesia menerima dan melihat betapa tulusnya beliau untuk rakyatnya.
Lantas, Sudahlah! Stop anarkis, stop provokatif, stop adu domba, stop konspiratif, stop memecah-bela. Indonesia adalah negara demokrasi prominen di dunia.
Siapa saja boleh mengkritik untuk memperbaiki program-program kerja pemerintah, tetapi jangan punya niat jahat termasuk misalnya untuk mengganti pemerintahan sebelum 2029.
Saya sampaikan sedikit di sini. Tahun 1999 saat reformasi, saya aktivis SMID, PRD, LMND, PMKRI, Senat Mahasiswa juga Ketua Mahasiswa Papua Internasional.
Untuk sampai ke reformasi 1999, kami sudah bekerja 5 tahun sebelumnya. Dari tahun 1994, muncul lagi 1996, puncaknya di 1997, gerakan masif 1998, di mana saya sendiri yang membakar Gejayan 98 yang sekarang terkenal dengan jargon "Gejayan Memanggil", hingga reformasi baru bisa kami tuntaskan di tahun 1999. Tidak ada perubahan rezim seperti kilat dan guntur.
Lagipula, TNI dan Polri saat ini sangat kompak melaksanakan tugas negara, dunia internasional juga melihat Indonesia sedang memberi kontribusi aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.
Dunia melihat Presiden Prabowo sebagai figur penting dan prominen dari negara netral dan beliau dibutuhkan para pemimpin dunia.
Saya saksikan dengan mata kepala sendiri Sekjen PBB Gutierrez meminta Presiden Prabowo ikut andil menciptakan perdamaian dunia termasuk menjaga perdamaian kawasan.
Dari sini Saya simpulkan bahwa circumtance-nya tidak memungkinkan sebuah perubahan rezim, ya tidak akan mencapai target jangka pendek seperti yang RG sampaikan.
Baiknya di momentum Idulfitri yang baru kita rayakan; mari kita bersatu, bahu-membahu membangun bangsa dan negara. Nanti ada waktunya kita "bertarung" di 2029 dan siap berkompetisi secara fairness dengan siapapun.
Semua putra-putri bangsa punya kesempatan yang sama untuk maju bersaing di tahun 2029. Merdeka Indonesia! Damai, adil dan makmur melalui hari yang fitri.
Simak juga Video: Pramono: Betawi Itu Egaliter, Nggak Punya Raja Nggak Punya Sultan











































