Pahlawan Era Baru & Komprador
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

Pahlawan Era Baru & Komprador

Jumat, 10 Nov 2006 08:49 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
Pahlawan Era Baru & Komprador
Jakarta - Anda kenal Rudi Hartono? Mohammad Hatta? Saya yakin anda menjawab ”ya saya kenal.” Dua orang ini selain diakui di dalam negeri ternyata mendapat pengakuan sebagai pahlawan Asia. Adalah Majalah Time Asia edisi terbaru, 13 November 2006 yang memberi penghargaan kepada Rudi Hartono (57 tahun) sebagai salah satu pahlawan Asia dengan kategori atlet dan petualang. Dalam kategori itu, pamor Rudi Hartono sejajar dengan ikon kungfu Asia, Bruce Lee. Prestasi legenda pebulutangkis Indonesia yang pernah berjaya pada tahun 1968-1976 itu, hingga kini belum ada yang mampu menandingi. Lelaki blasteran Indonesia-Cina ini menjadi juara All England enam kali berturut-turut.Sementara Mohammad Hatta, Wakil Presiden RI pertama, juga dinobatkan sebagai pahlawan Asia untuk kategori Pendiri Bangsa. Nama Hatta sejajar dengan 13 tokoh Asia lainnya seperti Gandhi, Nehru, Mohammad Ali Jinah, hingga Lee Kuan Yew.Pemberian penghargaan tersebut dilakukan sebagai apresiasi majalah Time yang kini telah menginjak tahun ke 60 sejak kali pertama terbit dalam versi Asia. Penghargaan yang diberi tajuk 60 Years of Asia Heroes itu dibagi dalam lima kategori; Tokoh Pendiri Bangsa, Artis dan Pemikir, Pemimpin Bisnis, Atlet dan Petualang, serta Inspirasi.Pemberian penghargaan kepada dua tokoh Indonesia yang hampir bertepatan dengan hari Pahlawan ini bisa dikatakan sebagai kado buat kita semua. Betapa tidak, bangsa yang dulu begitu disegani di kawan Asia ini, dalam waktu 10 tahun terakhir pamornya terus memudar. Bahkan di beberapa negara Asia yang saya kunjungi, kita lebih dikenal sebagai bangsa ”babu.”Saatnya kita memberikan gelar pahlawan bukan lagi kepada para pejuang kemerdekaan. Kita sudah 6o tahun lebih merdeka. Jumlah pejuang kemerdekan sudah semakin langka. Gelar pahlawan hendaknya mulai disematkan kepada para pengejar prestasi, para pengisi kemerdekaan. Kita memerlukan banyak Pahlawan Era Baru.Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan kompetitif bagi jutaan warga. Pahlawan Era Baru adalah mereka yang berjuang mengangkat harkat dan martabat para dhuafa, orang-orang miskin, dan orang-orang tertindas menuju ke arah hidup yang lebih bermartabat.Pahlawan Era Baru adalah para inspirator yang mampu menggugah, mendorong dan memotivasi jutaan orang untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri. Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menghilangkan ketergantungan jutaan petani terhadap pupuk dan obat-obatan kimia.Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu menangkap ribuan koruptor dan mengembalikan uang negara yang dirampas oleh para koruptor itu ke kas negara. Pahlawan Era Baru adalah para pemimpin yang mampu memberantas KKN di daerah, instansi ataupun BUMN yang dipimpinnya. Ringkasnya, Pahlawan Era Baru adalah mereka yang mampu memberikan manfaat pada jutaan orang dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat. Mereka terus berjuang tanpa mengenal lelah. Mereka terus berjuang untuk kepentingan banyak orang. Mereka terus berjuang walau tak ada pujian. Tapi ingat, tidak semua pejuang adalah Pahlawan Era Baru. Sebab ada yang mengaku pejuang dengan mengatasnamakan penderitaan rakyat, mengatasnamakan hak-hak asasi manusia, mengatasnamakan persamaan hak padahal mereka adalah para ”komprador.” Mereka berjuang, karena ada ”titipan.” Mereka berjuang karena bayaran. Mereka berjuang karena kepentingan pribadi atau golongan. Mereka berjuang hanya untuk mendapat dukungan ”suara” di saat pemilihan. Yang dirindukan bangsa ini adalah Pahlawan Era Baru bukan para ”komprador.” Jadi bergegaslah menjadi Pahlawan Era Baru dan jauhilah para ”komparador.” Keterangan Penulis: Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup. (/)


Berita Terkait