Layanan Kesehatan Primer Pascapandemi

ADVERTISEMENT

Kolom

Layanan Kesehatan Primer Pascapandemi

Noerolandra Dwi S - detikNews
Selasa, 03 Jan 2023 11:00 WIB
Layanan Kesehatan Primer Pascapandemi
Upaya promotif preventif layanan kesehatan dimulai sejak usia bayi
Jakarta -

Pada masanya pandemi akan berubah menjadi endemi dan strategi kesehatan baru harus dirumuskan kembali. Maka prioritas akan bergeser dari penanganan pandemi menuju peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, kata Menkes Budi Gunadi Sadikin pada awal Desember lalu (detikcom, 1/12).

Prioritas tersebut menempatkan layanan primer menjadi nomor satu dengan merevitalisasi puskesmas, posyandu, dan program-program promotif preventif yang dijalankan. Dalam hal ini dana pemerintah akan mengalir ke sana, sarana prasarana dipenuhi, pemerataan SDM, dan prioritas program sejalan kebutuhan lokal.

Demikianlah kita telah menggariskan langkah bahwa pelayanan kesehatan harus berkualitas. Hal tersebut berarti mengarus utamakan promotif preventif dalam pembangunannya. Sasaran strategisnya adalah menguatnya promotif preventif layanan primer lewat UKBM dan pendekatan keluarga.

Selama ini kita pahami bersama yaitu layanan kesehatan primer harus berjalan komprehensif dan berkualitas. Berarti diperlukan sarana, prasarana, obat, BMHP, dan alkes primer, serta kolaborasi publik dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC). Layanan primer yang komprehensif tidak dapat ditinggalkan. Namun mengarusutamakan promotif preventif menjadi sasaran startegis nomor satu pembangunan layanan primer pascapandemi.

Layanan primer juga menempatkan kuratif rehabilitatif sebagai kebutuhan layanan pasien dan masyarakat. Dalam hal ini integrasi promotif preventif dengan kuratif rehabilitatif mengemuka dan strategi utama. Beban kerja pelayanan pengobatan pasien (kuratif rehabilitatif) tidak boleh melebihi kapasitas yang dimiliki layanan primer.

Kualitas

Kualitas layanan primer ditentukan oleh banyak hal dan kondisi yang ditemukan. Kualitas bukan persepsi provider, tapi lebih merupakan pandangan individu, keluarga, masyarakat, dan lintas sektor yang ada. Kebutuhan dan harapan pasien, keluarga dan masyarakat menjadi penting untuk dipenuhi.

Dalam hal ini komponen utama yang perlu dijalankan adalah pelayanan yang terintegrasi, pemberdayaan masyarakat, dan kebijakan serta aksi multisektoral. Dengan berjalan dan berfungsinya tiga komponen maka outcome berupa kenyamanan, kepuasan dan kesembuhan dapat terealisasi. Kualitas layanan primer berawal dari sini dan terus dipertahankan sejalan kebutuhan dan harapan masyarakatnya.

Di pihak provider layanan primer pemenuhan standar menjadi tanggung jawab dan kewajibannya. Layanan primer adalah upaya/pendekatan yang memastikan pelayanan kesehatan esensial setinggi mungkin, distribusi yang adil, berfokus pada kebutuhan masyarakat dan berkesinambungan. Layanan primer merupakan pintu gerbang individu, keluarga dan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Standar layanan primer menjamin kualitas layanan primer dan menilai kinerja yang dijalankan.

Dalam setiap regulasi (undang-undang/peraturan menteri kesehatan) yang mengatur layanan primer (khususnya puskesmas), mengutamakan promotif preventif merupakan pernyataan yang sering dijumpai. Sesuatu yang menunjukkan bahwa layanan primer berusaha menerjemahkan paradigma sehat dalam kegiatan pelayanannya. Yaitu, menjaga masyarakat tetap sehat dan bukan mengobati orang sakit.

Dari sinilah agar layanan primer dapat secara optimal menjaga masyarakat tetap sehat dibutuhkan pemenuhan terhadap standar. Di mana layanan primer (puskesmas, klinik, dokter praktek) dapat terjadi di dalam gedung dan di luar gedung yang menuntut standar dapat dijalankan dan dipatuhi. Standar yang sudah ditetapkan Kemenkes yaitu standar tata kelola, standar pelayanan, dan standar mutu pelayanan.

Standar tata Kelola meliputi perencanaan, tata kelola organisasi, manajemen SDM, manajemen fasilitas dan keselamatan, fleksibilitas keuangan, dan pengendalian dan pengawasan. Standar pelayanan meliputi pemberdayaan, penggerakan, pelayanan esensial, monev, dan penilaian kinerja. Sedang standar mutu meliputi pengukuran indikator mutu pelayanan, manajemen risiko, sasaran keselamatan pasien, dan pencegahan dan pengendalian infeksi.

Yang menetapkan standar layanan primer adalah Kemenkes. Demikian pula pembinaan, pengawasan pengendalian, serta revitalisasi standar layanan primer dalam menjamin kebutuhan masyarakatnya, Semua telah ditetapkan Kemenkes, dan menuntut dipatuhi dalam mewujudkan kualitas layanan primer sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat.

Kegiatan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian menjadi penting karena luas dan kompleksitas kesehatan yang terjadi di Indonesia. Baik di tingkat bawah (kecamatan), kabupaten/ ota, provinsi, sampai tingkat pusat. Dalam masa pandemi kemarin, sistem berjenjang yang demikian tidak terjadi karena kerusakan yang ditimbulkannya.

Sistem

Layanan primer sebagai sistem memang perlu dirancang dan diperjuangkan berkesinambungan tanpa kenal lelah. Di era transformasi kesehatan sekarang, sistem layanan primer juga mengalami perbaikan. Meletakkan platform continuum of care, pemberdayaan, dan prinsip kewilayahan menjadi mendasar dalam sistem layanan primer yang dikembangkan.

Sistem layanan primer menempatkan fokus pada yang pertama, siklus hidup sebagai platform integrasi pelayanan sekaligus sebagai platform penguatan promosi dan pencegahan. Kedua, mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun. Ketiga, memperkuat pemantauan wilayah setempat melalui pemantauan dengan dashboard kesehatan tiap desa.

Kelihatannya bagus, namun implementasi butuh kerja keras jajaran kesehatan, stakeholder terkait, dan masyarakat. Layanan primer tanpa pemberdayaan dan peran serta masyarakat sepertinya musykil. Jauh dari kualitas layanan yang telah dirancang Kemenkes. Maka pola kerja sistem layanan primer harus mengarusutamakan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Paradigma sehat sebagai prinsip layanan primer juga harus maju ke depan. Demikian juga pendekatan keluarga yang membuat profil kesehatan masyarakat dapat dipetakan. Promotif preventif menjadi upaya yang berkualitas, mendasar, dan menentukan status kesehatan masyarakat. Semua merupakan upaya promotif preventif yang sangat dituntut dalam layanan pascapandemi.

Dalam pengertian sistem, layanan primer harus menyentuh tiga komponen utama yaitu integrasi pelayanan, pemberdayaan masyarakat dan aksi multisektoral. Baik puskesmas, klinik, maupun dokter praktek menuju ke sana. Semua mengupayakan upaya promotif preventif. Layanan primer yang berkualitas menjadi taruhan dan pandemi kemarin menjadi pelajaran pahit yang berharga.

Noerolandra Dwi S Surveior FKTP Kemenkes, alumnus Magister Manajemen Pelayanan Kesehatan Unair

(mmu/mmu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT