Pentingkah Transformasi Digital dalam Perbankan Syariah?

ADVERTISEMENT

Kolom

Pentingkah Transformasi Digital dalam Perbankan Syariah?

Noorma Fitriana M. Zain - detikNews
Senin, 02 Jan 2023 21:12 WIB
Ilustrasi bank digital
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Dewasa ini kita semua kerap membaca kata transformasi digital di sosial media yang berseliweran setiap hari. Hidup di jaman serba digital memang menjadikan kita mau tak mau harus bisa menjadi bagian dari hal tersebut, cakap digital supaya tidak tertinggal. Tahukah kalian apa itu Transformasi Digital?

Menilik dari amazon, definisi transformasi digital adalah suatu proses yang diterapkan oleh organisasi untuk mengintegrasikan teknologi digital di semua area bisnis, dengan secara mendasar mengubah cara organisasi memberikan nilai kepada pelanggan.

Jadi dalam dunia bisnis, emang sudah sepatutnya berkembang, ya. Perusahaan yang ma uterus berinovasi, mengadopsi teknologi digital yang inovatif untuk membuat perubahan budaya dan operasional untuk tujuan lebih baik sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pelanggan.

Kita saja sekarang ini sudah sering bertransaksi secara digital, kan? Contoh transformasi digital misalnya, perusahaan mulai membangun solusi digital, seperti aplikasi seluler atau platform eCommerce, ada juga perusahaan yang melakukan migrasi dari infrastruktur komputer on-premise ke komputasi cloud, atau bisa juga perusahaan mengadopsi sensor pintar untuk mengurangi biaya operasi. Nah, contoh-contoh tersebut sudah sangat familiar di sekitar kita, kan? Hayo siapa yang belum pernah belanja online?

Lalu inovasi apa yang dilakukan perbankan, khususnya perbankan syariah? Masih ingat nggak dulu ada beberapa bank syariah di Indonesia yang kini digabung jadi satu? Yakm betul, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan bank hasil merger antara PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengeluarkan izin merger tiga usaha bank syariah tersebut pada 27 Januari 2021 melalui surat Nomor SR-3/PB.1/2021.

Saya melihat ini adalah salah satu bentuk transformasi digital dalam perbankan syariah untuk memudahkan saat dimerger jadi satu. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk yang semakin konsisten melakukan transformasi digital untuk mempermudah dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah perbankan syariah di Indonesia.

Hery Gunardi, Direktur Utama BSI mengatakan pentingnya transformasi digital karena 85 persen transaksi industri jasa keuangan itu melalui saluran elektronik. Maka dari itu, BSI saat ini melakukan transformasi digital secara konsisten dan terarah yang mempunyai tujuan untuk mendorong percepatan pertumbuhan bisnis. Di sini terlihat adanya komitmen dari BSI untuk memberikan layanan yang terbaik pada nasabah baik yang perorangan maupun skala usaha sehingga kemajuan bisa dicapai bersama-sama.

Bersumber dari berita yang saya baca dari laman BUMN, setidaknya ada tiga alasan yang melatarbelakangi merger BSI dan BTN. Yang pertama adalah memperbesar dan memperkuat posisi ekonomi syariah melalui BSI. Jadi banyak harapan di sini, salah satunya adalah proses merger ke BSI dapat memperkuat kapitalisasi pasarnya.

Alasan yang kedua, merger BSI dan BTN akan menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu faktor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam hal ini, ekonomi syariah bukan sekadar alternatif pemacu pertumbuhan ekonomi nasional. Alasan yang terakhir, merger BSI dan BTN juga terkait dengan kewajiban pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS). Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemisahan UUS.

Lalu, bagaimana dampak dari merger ini? Apakah ada keuntungan dari merger ini bagi lembaga perbankan syariah?

Adanya merger bank syariah diyakini dapat mendorong pertumbuhan tingkat inklusi dan literasi keuangan syariah di Indonesia, lho. kehadiran bank syariah BUMN hasil merger akan memperkaya pilihan produk dan jasa keuangan syariah bagi masyarakat. Selain itu nantinya akan semakin bagus lagi pelayanan dan produk yang sesuai dengan syariat Islam, dan kemudian masyarakat akan tertarik menggunakan jasa perbankan syariah.

Bagi saya pribadi, efisiensi juga menjadi salah satu dampak baik dari mergernya bank syariah ini, karena sudah barang tentu menjadi satu rekening untuk transaksi yang lebih mudah dan cepat.

Pentingkah Transformasi Digital dalam Perbankan Syariah?

Bidang perbankan merupakan bidang yang tak luput dari ombak digitalisasi, salah satunya perbankan syariah (Islamic Banking). Saat pandemi kemaren membuat kita dipaksa untuk belajar dan beradaptasi, pandemi telah mempercepat transformasi digital di semua industri, termasuk lembaga keuangan. Bahkan lagi, kemunculan fintech dan bank digital telah memperkuat pentingnya menyediakan layanan perbankan digital yang mudah, tidak merepotkan dan nyaman terutama oleh bank tradisional.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan perbankan termasuk perbankan syariah. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah produk bank syariah dengan menggunakan layanan digital dalam rangka memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi ekspektasi masyarakat. Layanan perbankan digital yang dipasarkan oleh bank syariah merupakan upaya mewujudkan produk bank syariah lebih kompetitif sehingga dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah di masyarakat. Sehingga transformasi digital dalam Perbankan Syariah menjadi penting dan memang sudah menjadi suatu yang harus dimaklumi dengan adanya perkembangan jaman dan tuntutan dari kemajuan.

Namun, segala sesuatunya pasti tidak instan langsung baik, yang sudah ada meskipun masih kurang tentu menjadi hal yang dievaluasi untuk lebih baik lagi, kendala sinyal misalnya, semoga di era digital ini Indonesia bisa lebih bersaing dan bargaining power dengan negara tetangga apalagi di sector ekonomi dan perbankan syariah.

Noorma Fitriana M. Zain

(ads/ads)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT