Integrasi Transformasi Digital BSI

ADVERTISEMENT

Kolom

Integrasi Transformasi Digital BSI

Siti Fauzia - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 18:05 WIB
BSI
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sebanyak 210 juta orang penduduk Indonesia telah terkoneksi dengan internet dalam kurun waktu 2021-2022. Data tersebut disampaikan oleh Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) dalam laporan bertajuk Profil Internet Indonesia 2022.

Jumlah pengguna internet di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun, dan tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 membawa perubahan bukan hanya kenormalan baru, tetapi juga perubahan yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Sebelum pandemi, jumlah pengguna internet di Indonesia hanya 175 juta orang. Setidaknya ada penambahan sekitar 35 juta orang yang mengakses internet selama masa pandemi. Laporan AAJI menunjukkan tingkat penetrasi internet pada periode sama mencapai 77,02 persen. Sebagai perbandingan, pada 2018 tingkat penetrasi internet masih 64,80 persen, dan pada 2019-2020 sekitar 73,70 persen.

Pandemi menciptakan kebiasaan dan perilaku baru pada masyarakat dalam menggunakan internet, yang semula hanya sebagai sumber pertukaran informasi dan hiburan, bergeser lebih luas fungsinya menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan. Kemudahan akses dan kecepatan proses menjadi suara merdu bagi masyarakat pengguna internet untuk memperoleh banyak hal melalui gawai. Perubahan ini jadi pemantik perubahan-perubahan lain dalam berbagai aspek tak terkecuali dalam sistem perbankan. Menurut hasil survey Populix, sebanyak 75% responden menilai layanan bank digital praktis dan 74% menganggap layanannya mudah digunakan.

Selanjutnya 67% responden menggunakan layanan bank digital karena hemat waktu, 65% karena banyaknya fitur, dan 62% menganggap bank digital memudahkan nasabah untuk melacak pengeluaran. Ada juga 61% yang menggunakan bank digital karena terintegrasi dengan e-wallet, dan 56% karena terintegrasi dengan e-commerce.

Transformasi digital yang hangat diperbincangkan secara global pada dekade terakhir bukan hanya mungkin untuk diwujudkan, tapi juga memberi peluang besar bagi banyak sektor untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara inklusif. Terlebih, ekonomi digital menjadi isu prioritas dalam Presidensi G20.

Merespons hal tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) menggenjot transformasi digital dengan meluncurkan beragam program dan fitur digital melalui BSI Mobile. Hal ini jadi salah satu cara BSI menjangkau masyarakat lebih dekat dengan perbankan syariah dimanapun dan kapanpun. Pemahaman terhadap minat konsumen diselaraskan dengan arah perusahaan yang menginginkan aktivitas bisnis dari Bank Syariah terbesar di Indonesia ini semakin modern dan memiliki digital mindset.

Melansir laman resmi web BSI, inovasi dan strategi terus dilakukan guna mempercepat akselerasi transaksi digital dengan mengusung sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual. Ragam fitur dan layanan tersedia untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Pembukaan rekening secara online menjadi salah satunya, nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang, cukup menggunakan channel BSI Mobile. Apalagi, pada Oktober lalu BSI meluncurkan inovasi berupa Digitalisasi Tabungan Anak yang dapat mempermudah literasi keuangan untuk anak sejak dini agar siap meraih mimpi. Dalam prosesnya, BSI menerapkan konsep Customer Online Onboarding menggunakan data identitas orang tua dan anak dengan proses verifikasi dan validasi melalui biometric face recognition ataupun video banking dan terhubung langsung ke sistem Dukcapil.

Inovasi tidak berhenti hanya disitu, BSI Mobile benar-benar tumbuh sebagai one stop solution bagi nasabah. Paling anyar, transaksi penyaluran pembiayaan kendaraan BSI OTO secara digital bisa dilakukan melalui BSI Mobile. Hal ini tentu dapat memudahkan masyarakat yang ingin mengakses pembiayaan syariah dengan aman, cepat dan harga yang kompetitif. Masyarakat bisa mengajukan pembiayaan sesuai dengan pilihan kendaraan dan jangka waktu yang diinginkan tanpa harus datang ke outlet bank atau dealer. Fitur ini tentu saja menciptakan perjalanan digital yang lebih kohesif dan personal bagi nasabah.

Ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi turut andil dalam mewujudkan transformasi digital dalam perbankan syariah. Oleh karena itu, keputusan BSI untuk berkolaborasi dengan berbagai perusahaan adalah langkah progresif. Pembukaan rekening BSI Mobile via aplikasi Grab merupakan terobosan untuk membidik target yang lebih spesifik. Selain itu, BSI juga terhubung dengan e-commerce maupun fintech sehingga nasabah dapat melakukan berbagai aktivitas dalam satu perangkat. Inovasi yang terus dilakukan oleh BSI tetap berpijak pada prinsip-prinsip syariah yang selalu mengedepankan ke hati-hatian dalam menjalankan aktivitas bisnis, demikian dikutip dari laman resmi web BSI.

Transformasi digital tidak terlepas dari perubahan kebiasan dan kebutuhan masyarakat dari tahun ke tahun. Responsif terhadap perkembangan zaman adalah bentuk adaptasi untuk tetap selaras dengan perubahan apapun.


Siti Fauzia, Blogger dan Citizen Journalist

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT