BSI Dorong UMKM Naik Level

ADVERTISEMENT

Kolom

BSI Dorong UMKM Naik Level

Utari Ninghadiyati - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 17:05 WIB
Ilustrasi UMKM
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bertambahnya jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia tentu patut di apresiasi. Data yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan jumlahnya mencapai 65,47 juta unit pada tahun 2019. Meski demikian, ketika wabah Covid-19 melanda sebanyak 949 pelaku UMKM terkena dampaknya.

UMKM yang menjadi penyelamat perekonomian negara kala krisis moneter tahun 2019 melanda, kali ini menemui tantangan besar. Perubahan pola konsumsi masyarakat baik dalam membeli barang dan jasa dari semula offline menjadi online, membuat pelaku UMKM kesulitan dalam menjalankan usahanya. Mereka harus beradaptasi dengan teknologi dan di saat bersamaan harus mencari cara agar bisa bertahan dari pandemi, khususnya dalam bidang pembiayaan usaha.

Menyadari situasi yang tidak menguntungkan tersebut, Bank Syariah Indonesia membuat sejumlah terobosan dibidang pembiayaan untuk membantu UMKM kembali naik level. Beragam strategi dikembangkan untuk meningkatkan rasio kredit agar dapat mencapai target rasio kredit yang dicanangkan pemerintah sebanyak 30 persen pada 2024.

Jenis Pembiayaan UMKM

Menurut Direktur Ritel BSI, Koko Alun Akbar, untuk mencapai target tersebut BSI telah membuat sejumlah strategi pembiayaan berkesinambungan yaitu dengan membagi nasabah UMKM ke dalam 4 jenis.

Pertama, pembiayaan UMKM dengan kriteria tidak layak atau feasible dan tidak bankable dapat dilakukan dengan memanfaatkan dana-dana CSR, dana bergulir, dan dana ziswaf.

Kedua, UMKM yang dinilai layak namun tidak bankable karena tidak memiliki agunan, atau usahanya baru dirintis dapat mengakses pembiayaan melalui program penjaminan dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) . Program ini dinilai cocok karena masih mendapat subsidi dari pemerintah sehingga beban bagi hasilnya sangat rendah.

Ketiga, UMKM yang dinilai bankable karena memiliki agunan namun tidak layak. Opsi pembiayaan yang dapat diberikan terdiri dari off taker, bergabung dalam inti plasma, klaster, atau ekosistem, serta pembiayaan bersifat kemitraan.

Keempat, UMKM yang masuk dalam kriteria feasible dan bankable dapat mengikuti skema pembiayaan komersial karena memenuhi syarat-syarat perbankan.

Sebagai bank yang baru beroperasi tahun 2021, taktik jitu yang ditetapkan BSI mampu meningkatkan jumlah pembiayaan untuk UMKM. Menurut data yang diambil dari laman BSI, diketahui bahwa sepanjang tahun 2021, BSI telah menggelontorkan dana pembiayaan untuk UMKM sebanyak Rp38,3 triliun.

Nilai yang besar tersebut masih disandingkan dengan sejumlah terobosan untuk mendongkrak angka dana pembiayaan. Kali ini strategi yang dibuat lebih difokuskan pada generasi muda. Tujuannya jelas, untuk menjaring para wirausaha atau pelaku UMKM muda agar ikut serta meramaikan dunia niaga, baik secara offline maupun online. Namun demikian bukan berarti pelaku atau pemilik usaha lain tidak mendapat perhatian. BSI yang berkomitmen mendorong UMKM untuk naik level mengeluarkan sejumlah jurus, yaitu:

Menggelar Kompetisi Talenta Wirausaha

Meski mengusung kata kompetisi, program besutan BSI ini merupakan inkubator bisnis untuk para UMKM muda yang tengah membangun dan mengembangkan usahanya sehingga mampu bertahan dan bersaing dengan UMKM yang sudah mapan.

Kompetisi talenta wirausaha ini menyasar sekitar 5000 pelaku UMKM muda dari 26 wilayah di Indonesia. Proses seleksi dilakukan dalam 4 tahapan, yaitu talkshow, workshop, pelatihan, dan pendampingan usaha oleh para mentor yang ahli dibidangnya.

Para mentor akan mendampingi para pelaku UMKM dalam mengembangkan produk, memasarkan produk yang dibuat, dan memilih akses pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan pelaku UMKM. Rangkaian program ini akan ditutup dengan pemberian penghargaan untuk UMKM yang berhasil melalui seluruh tahapan dan menjadi juara.

BSI UMKM Center

Untuk memudahkan para pelaku UMKM dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan penjualan, BSI membuat UMKM Center yang berada di Aceh, Yogyakarta, dan Surabaya. Di sini mereka bisa memasarkan produk, mengikuti pelatihan, melakukan kerja bersama atau pekerjaan di co-working space, dan berbagi informasi. Melalui UMKM Center, BSI berhasil membina 1.037 UMKM yang ada di 3 provinsi.

Akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster

BSI merancang sebuah program untuk UMKM yang tergabung dalam ekosistem lembaga masyarakat, kelompok binaan, atau kelompok sosial. Tujuannya agar lebih mudah melakukan pendampingan dan pembinaan usaha.

Melalui program ini, hingga akhir November 2022 BSI telah menyalurkan KUR syariah sebesar Rp12,2 triliun atau 97,2% dari target kuota KUR.

Bank Wakaf Mikro (BWM)

Lahirnya BWM merupakan terobosan baru dalam upaya BSI mendorong pertumbuhan pelaku UMKM yang berasal atau berdekatan dengan pondok pesantren. Saat ini BWM baru berada di Pondok Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan (PKP).

BWM dapat diibaratkan kepanjangan tangan dari BSI untuk memudahkan para pelaku UMKM untuk mengakses pembiayaan usaha tanpa perlu mendatangi kantor BSI, sehingga lebih dekat dan mudah. Selain itu pondok pesantren dapat menggunakan BWM dalam upayanya mengoptimalkan perannya di bidang dakwah ekonomi.

Membuat Aplikasi Selam Digital

Pembuatan aplikasi selam digital bertujuan untuk memudahkan pelaku UMKM saat mengajukan pembiayaan secara online. Prosesnya dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Setelah pengajuan disetujui, nasabah dapat mendatangi kantor BSI sesuai lokasi yang dipilihnya. Keberadaan aplikasi ini tentu memangkas dan mempermudah pengajuan pembiayaan.

Bekerjasama dengan Telkomsel dan Shopee

BSI juga mengembangkan kerjasama dengan Telkomsel dan Shopee. Bersama Telkomsel, BSI membuat aplikasi Digipos dan 99% usahaku untuk memudahkan UMKM mengakses KUR syariah. Sementara dengan Shopee bentuk kerjasamanya berupa pelatihan digital dengan nama Go Digital.

Pendampingan, pengembangan usaha melalui pelatihan, perizinan, pemasaran hingga literasi keuangan syariah

Disamping berbagai terobosan yang dilakukan bersama beberapa pihak, BSI tetap konsisten melakukan pendampingan dan pengembangan usaha bagi para nasabah UMKM. Bentuknya berupa pelatihan, membuat dan mengurus perizinan, pemasaran hingga literasi keuangan syariah.

Kurasi dan identifikasi UMKM yang layak naik level

Tahapan pendampingan yang dilakukan akan diikuti oleh kegiatan kurasi dan identifikasi UMKM yang layak naik level. Saat ini proses kurasi dan identifikasi dilakukan di 7 wilayah yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan UMKM dapat mengembangkan produknya menjadi lebih baik dan mampu bersaing di pasar.

Utari Ninghadiyati

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT