Inovasi Digital Membuat Bank Syariah Indonesia (BSI) Tumbuh Pesat

ADVERTISEMENT

Kolom

Inovasi Digital Membuat Bank Syariah Indonesia (BSI) Tumbuh Pesat

Achmad Humaidy - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 16:35 WIB
BSI
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Peran digitalisasi perbankan syariah membuat industri ini tumbuh dan gerak lebih cepat dari tahun ke tahun. Apalagi jumlah penduduk muslim di Indonesia punya andil yang tangguh untuk bangun perekonomian syariah sehingga memacu transformasi ke ranah digital. Sejak Februari 2021, Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami progress pesat dalam sistem digital perbankannya untuk dinikmati semua kalangan.

Dikutip dari Islamic Financial Services Board (IFSB), maraknya kanal digital telah menghadirkan peluang bagi lini produk perbankan syariah untuk menjangkau lebih luas segmen nasabah. Pertumbuhan nasabah yang pesat didukung dari proses buka rekening secara online yang bisa dilakukan setiap saat. Alur ini sudah dilakukan perbankan syariah yang ada di Indonesia dan Brunei dengan adopsi digital yang membuat produk keuangan lebih mudah diakses.

Tiga bank syariah besar di Indonesia seperti BNI Syariah (BNIS), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan BRI Syariah (BRIS) sudah punya modal digital sebelum semua sistem digabungkan menjadi terpusat. Setelah ketiga bank tersebut merger jadi Bank Syariah Indonesia (BSI), semua masyarakat muslim di Indonesia merasa lebih aman dan tenteram melakukan transaksi keuangan sesuai prinsip syariah. Lebih dari setahun penggabungan ini, peran bank syariah pun turut mendorong peradaban digital untuk finansial teknologi Tanah Air.

Awalnya, umat muslim di Indonesia harus pindah dari satu bank syariah ke bank syariah lain. Misal, untuk punya kartu kredit harus buka tabungan di BNIS, untuk layanan pembiayaan konsumer harus ke BSM, dan untuk peroleh pembiayaan KUR UMKM harus ke BRIS. Kini, semua layanan bisa didapat hanya dalam satu genggaman yaitu BSI Mobile.

Kebaikan dalam genggaman ini menjadi daya tarik dari BSI mobile sehingga nasabah bisa merasakan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah kondisi lingkungan yang religius tentu akan sangat menyenangkan saat proses transaksi keuangan bebas antri atau tak mengganggu waktu beribadah. Ada 3 kebaikan yang bisa dirasakan nasabah BSI setelah unduh BSI Mobile ditengah kesibukan.

Pertama, punya sahabat finansial. Ftur-fitur pada BSI Mobile tak hanya sekadar untuk cek saldo, transfer dana, atau bayar tagihan saja. Nasabah BSI juga bisa membuat transaksi terjadwal dan manajemen kartu perbankan yang dimilikinya.

Kedua, punya sahabat spiritual. Aplikasi BSI Mobile memungkinkan pengguna untuk akses informasi dan transaksi islami. Ada fitur untuk cek lokasi masjid terdekat, arah kiblat, waktu salat, sampai proses pembayaran qurban dan aqiqah. Layanan digital seperti ini tentu tak akan nasabah dapatkan pada aplikasi digital bank konvensional.

Ketiga, punya sahabat sosial. Fasilitas mobile banking dari BSI mampu mengajak pengguna untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Saat nasabah punya saldo yang lebih, maka pengguna bisa langsung menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dari mana saja dan kapan saja. Kalkulator zakat juga bisa dipergunakan untuk menghitung besaran dana yang wajib disisihkan berdasar prinsip Islam.

Uniknya, BSI Mobile juga punya fitur gadai dan cicil emas lewat mobile banking. Dimulai dari nominal Rp 50.000, nasabah sudah bisa beli emas dan melakukan transaksi lain seperti jual, transfer, atau tarik fisik emas tanpa perlu datang ke kantor cabang. Kondisi demikian mendorong siapa saja yang mau investasi jangka panjang tanpa harus lakukan mobilitas yang kadang penuh risiko.

Aktivasi BSI Mobile terbilang aman bagi nasabah. Sebab bisa dilakukan melalui tiga cara yaitu telepon ke call center 14040, datang ke kantor cabang Bank Syariah Indonesia terdekat, dan registrasi serta verifikasi melalui fitur face recognition. Sebagai bagian dari milenial dan Gen Z yang erat dengan teknologi tentu proses aktivasi yang tidak menyita waktu ini menjadi alasan untuk beralih ke digital banking syariah yang terus berinovasi. Dari situs web bankbsi.co.id, berkat hadir BSI Mobile maka transaksi kumulatif per Juni 2022 mencapai 117,72 juta transaksi dan kontribusi fee based income tercatat Rp 199 miliar. Sungguh nilai pengembangan digital yang fantastis hanya dalam jangka waktu satu tahun operasional.

Inilah hal-hal yang mengubah sudut pandang bahwa Bank Syariah Indonesia (BSI) itu tak pernah ketinggalan zaman. Tak perlu lagi ada kegundahan saat ambil keputusan untuk menjadi nasabah BSI. Cakupan digital yang komplet tentu membuat pondasi perbankan syariah ini makin kuat dan memberi kontribusi terhadap umat muslim secara luas.

Inovasi lain yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mengikuti tantangan zaman yaitu beradaptasi sesuai teknologi robotik yang menarik perhatian. Sederhana saja, para nasabah yang sudah melek teknologi diajak masuk ke dalam konsep yang diusung melalui Conversational User Interface atau dikenal dengan istilah chatbot. Kehadiran chatbot dianggap sebagai garda depan yang menerima berbagai bentuk pertanyaan dari nasabah atas informasi produk, layanan, dan promo terbaru yang interaktif.

Agen digital untuk berinteraksi dengan nasabah ini disebut BSI Aisyah. Tidak hanya responsif, para agen juga bisa memberitahu nasabah saat bertanya melalui situs web atau messaging apps terkait lokasi atm dan kantor cabang terdekat. Saat nasabah merasa bingung harus bertanya ke mana atau malu untuk melangkah ke bank langsung, maka chatbot memberi pengalaman berbeda melalui saluran teknologi yang begitu cepat. Inilah langkah solutif yang pesat untuk membantu nasabah dan bisa menjadi pencegahan saat risiko penipuan dalam industri perbankan makin marak.

Tak butuh waktu lama, inovasi-inovasi digital dari Bank Syariah Indonesia terus bermunculan. Pola nasabah yang mengandalkan hidup berdampingan dengan digital menjadi suatu bentuk keniscayaan yang harus diikuti. Improvisasi terhadap fitur-fitur digital yang sudah ada akan terus diperbaharui seiring dengan misi dari BSI untuk memberikan akses solusi keuangan syariah di Indonesia.

Bank Syariah Indonesia (BSI) memang hadir belakangan menghiasi industri perbankan nasional. Tapi, bukan berarti ketinggalan zaman untuk mengikuti perkembangan teknologi. Masyarakat mulai percaya bahwa layanan digital dari BSI bisa membentuk stigma bahwa inilah bank masa depan yang terus bertransformasi tanpa henti. Banyak hal yang sudah dilakukan seperti percepatan kapasitas digitalisasi, peningkatan stabilitas sistem mobile, pembaharuan fitur-fitur terkini, sampai fokus pada pengalaman pengguna yang menitikberatkan user experience produk digital. Kualitas inovasi teknologi digital yang kuat nyatanya mampu menumbuhkan bisnis yang pesat. Niat mulia yang diiringi upaya sesuai nilai-nilai Islami akan menjadi keberkahan tersendiri saat tantangan demi tantangan yang datang silih berganti mampu dilewati.

Strategi inovasi digital yang sudah diterapkan Bank Syariah Indonesia bak kebaikan yang mengalir tanpa henti dan dirasakan manfaatnya oleh semua nasabah. Semoga makin banyak orang yang tergerak hatinya untuk mempercayakan hartanya atau menitipkan amanah berupa uang melalui BSI. Jayalah perbankan syariah dan terus tumbuh bersama membangkitkan masyarakat ekonomi digital di Indonesia secara pesat.

Achmad Humaidy

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT