BSI Kaltim Adakan Pelatihan UMKM Gandeng Mantan PSK Korban Pinjol

ADVERTISEMENT

Kolom

BSI Kaltim Adakan Pelatihan UMKM Gandeng Mantan PSK Korban Pinjol

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 16:05 WIB
BSI
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bank Syariah Indonesia (BSI) cabang Kalimantan Timur (Kaltim) membuat gebrakan dengan mengadakan pelatihan serta pembiayaan UMKM bagi perempuan tematik. Mereka diantaranya merupakan korban KDRT, mantan PSK, mantan Narapidana, disabilitas, hingga korban Pinjol yang ada di Samarinda.

Melalui Komunitas Mom Preuneurs Kaltim, para perempuan dibina untuk menjalankan bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Banyak peserta yang kemudian sukses mendapatkan penghasilan omset puluhan juta per bulan melalui program ini.

Ketua Komunitas Mom Preuneurs Kaltim Rahmalinda Barack mengatakan komunitas ini terbentuk sejak 2019 lalu. Saat dibentuk komunitas ini awalnya hanya memiliki 40 anggota dan saat ini anggota di Mom Preuneurs berjumlah 180 orang.

Dalam perjalanannya selama 3 tahun Komunitas Mom Preuneurs telah menghasilkan berbagai macam olahan UMKM rumahan. Seperti kerajinan manik, kerupuk ampalng, dan kue lidah sapi, dan olahan lainnya.

"Alhamdulillah sejak ikut program ini, produk olahan mereka lebih kreatif dan meningkatkan omsetnya bahkan puluhan juta," jelas Rahmalinda saat dihubungi, Jumat (11/11/2022).

Tak hanya dalam bidang olahan makanan dan kerajinan, anggota Komunitas Mom Preuneurs juga mendapatkan ilmu terkait pelatihan pemasaran dalam taktik membangun usaha secara benar.

"Ada salah satu anggota kita yang dulunya jual minuman, setelah bergabung, kita berikan pelatihan dan arahan, dan dia sekarang beralih menjual ATK serta mainan anak-anak, dan sekarang omsetnya sampai 20 juta lebih," kata Rahmalinda.

Pemilihan Perempuan Tematik di Mom Preuneurs

Rahmalinda mengatakan dipilihnya perempuan tematik, atau mereka yang memiliki permasalahan seperti KDRT, bercerai, mantan PSK, mantan Narapidana, dan korban Pinjol karena dilatarbelakangi keinginannya membangkitkan semangat hidup mereka.

Di awali dengan pelatihan healing mereka diberikan motivasi semangat menjalani hidup kedepan. Usai itu mereka pun mendapatkan pelatihan cara membuka dan menjalankan UMKM.

"Kenapa sasaran kami perempuan tematik, karena kita menginginkan mereka ini bisa hidup secara mandiri, dan juga memiliki usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup, caranya dalam bidang usaha," sebutnya.

Rahmalinda menerangkan, saat komunitas ini dibuat awalnya hanya ditujukan bagi perempuan tematik saja. Namun sejak pandemi COVID-19 komunitas ini lantas berkembang dengan merangkul perempuan subsisten.

Para perempuan tematik dan subsisten digabung dan dibina dalam Koperasi Sukses Mandiri Samarinda. Dimana Bank Indonesia yang bekerja sama dengan BSI menjadi penggerak Koperasi tersebut.

"Jadi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga karena COVID, kita ajak bergabung dan diberikan pelatihan bersama-sama," ungkapnya.

Peran BSI di Komunitas Mom Preuneurs

BSI sendiri sebagai bank yang saat itu baru satu tahun berdiri menangkap adanya peluang di Komunitas Mom Preuneurs. Melalui kerjasama dengan Bank Indonesia, BSI secara berkala mendorong komunitas tersebut dalam peningkatan UMKM mereka.

Manager BSI Balikpapan Kebun Sayur, Hendri Hariadi Branch menjelaskan dalam Komunitas Mom Preneurs BSI berperan sebagai pengelola keuangan serta mengedukasi Komunitas Mom Preneurs dalam menggunakan perbankan dengan prinsip-prinsip syariah.

"Kami mengajarkan mereka bertransaksi menggunakan prinsip-prinsip syariah, kemudian dalam proses pengembangan tadi, karena BI ini menggunakan dana CSR nya sebagai modal awal, baik itu keterampilan maupun skil, dan permodalan, kita arahan mereka untuk mendapatkan kesempatan," tutur Hendri.

Dalam hal ini, BSI tidak serta merta memberikan uang sebagai modal usaha, melainkan dalam bentuk bahan ataupun alat yang digunakan untuk menjalankan UMKM di Komunitas Mom Preneurs.

Di awal pelatihan, peserta yang bergabung akan disesuaikan dengan kelas mereka masing-masing. Dimana mereka dapat mengajukan pembiayaan usaha melalui KUR di BSI.

"Jadi mereka yang bisa menjual produk dengan baik, ingin mengembangkan usaha, butuh permodalan, barulah di sini kami masuk," terangnya.

Selain itu, adanya program ini akan menambah literasi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan UMKM dalam pembiayaan perbankan.

Menurut Hendri, dunia usaha tidak terlepas dari dunia perbankan, dimana keduanya berjalan selaras di kehidupan sehari-hari. Dimana masyarakat saat ini dalam bertransaksi tidak bergantung dengan uang tunai.

"Padahal untuk usaha berkembang itu tentu harus mendapatkan dukungan dari bank, bukan hanya pembiayaan tapi juga fasilitas seperti metode pembayaran di usahanya, untuk itu BSI hadir dalam meningkatkan UMKM mereka," pungkasnya.

Muhammad Budi Kurniawan, Kontributor detikcom Kaltim

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT