Mewujudkan Green Economy Indonesia Lewat BSI

ADVERTISEMENT

Kolom

Mewujudkan Green Economy Indonesia Lewat BSI

Hanifah Nila - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 14:30 WIB
Ilustrasi Investasi
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Gambar ini hasil bidikan fotografer detik.com menangkap kondisi Jakarta berlangit biru dampak lengangnya aktivitas akibat Corona. Saya turut merasakan bahagia menikmati udara segar saat polusi kendaraan dan asap pabrik berkurang. WHO mengeluarkan pedoman kualitas udara PM2.5 (polusi partikel halus) tahunan sebesar 5 mikrogram/m3. Polutan tersebut dibentuk dari emisi pembakaran bensin, proses industri, kompor. Sumber alami PM2.5 dapat meliputi debu, jelaga, kotoran, spora tumbuhan, asap dari kebakaran hutan. PM2.5 dianggap sebagai polutan paling berbahaya karena dapat mengakibatkan asma, stroke, penyakit jantung, dan paru-paru.

Pada tahun 2021, DKI Jakarta mempunyai konsentrasi rata-rata PM2.5 tahunan 39.2 mikrogram/m3, artinya kualitas udara ibukota sangat buruk. Tak heran kemudian masyarakat urban memulai gerakan mencintai lingkungan dengan mengolah kembali sampah rumah tangganya, mengurangi pemakaian plastik, naik kendaraan umum untuk bekerja dan sekolah. Semata ingin berkontribusi agar kondisi dapat membaik. Tentu saja kurang cukup jika hanya dari satu sektor, kita butuh kerja sama berbagai sektor agar Indonesia memiliki udara bersih bukan hanya bagi generasi saat ini tapi juga untuk anak cucu kelak. Salah satunya sektor ekonomi.

Green Economy, Harapan untuk Masa Depan

Konsep Green Economy atau dalam bahasa Indonesia Ekonomi Hijau bermaksud menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembatasan pemakaian sumber daya alam dan pengurangan karbon. Perlu diketahui bersama, sektor industri adalah penyumbang terbesar emisi sekitar 29 persen. Mengurangi emisi pada industri berarti memperlambat perekonomian, namun membiarkannya juga buruk untuk lingkungan. Maka dari itu, ekonomi hijau muncul menjembatani konflik ekonomi dan lingkungan.

Beberapa negara yang telah menerapkan ekonomi hijau contohnya, Korea Selatan yang mengalokasikan 2% dari GDP untuk investasi di energi terbarukan. Ada pula China yang telah memasang kapasitas tenaga angin, selain itu China jadi negara dengan kapasitas tenaga surya terbesar di dunia sebanyak 130 gigawatt.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah memperbanyak lapangan kerja ramah lingkungan, misal environmental technician (teknisi lingkungan), insinyur lingkungan, digital marketer yang bisa mengurangi limbah media cetak untuk iklan karena beralih ke iklan digital, dan masih banyak green jobs lainnya. Bank Syariah terbesar di Indonesia PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI) telah berperan serta dalam green economy, mereka meluncurkan berbagai program pendukung.

Gerakan Ekonomi Hijau, BSI dan Plasticpay

Pada tanggal 3 Juli 2021 lalu, bertepatan Hari Tanpa Kantong Plastik Internasional BSI meluncurkan program Small Movement For Green Economy yang bekerjasama dengan Plasticpay. Pada tahap awal, BSI dan Plasticpay akan menempatkan Reverse Vending Machine (RPM) di area publik. Masyarakat yang ingin ikut serta mengurangi plastik, dapat me-reedem plastik ke mesin RVM. Caranya sangat mudah, tukar plastik, scan barcode, masyarakat akan memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan merchandise dari BSI dan Plasticpay Indonesia. Nilainya 1 poin sama dengan Rp 1. Untuk 1 botol ukuran 600 ml setara dengan 56 poin atau Rp 56, untuk 1 kg setara 2.698 poin atau senilai Rp 3.000.

Tak hanya itu, BSI juga membangun gedung landmark dengan konsep green building yang hemat energi dan ramah lingkungan. Gedung BSI Aceh ini mencakup ruang terbuka hijau dalam pemilihan material hardscape yang ramah lingkungan dan mengoptimalkan penyerapan air pada lahan yang tersedia, serta menggunakan energi solar panel. Gedung tersebut nantinya terdiri dari 10 lantai dengan tinggi 46,6 meter.

Ada 5 program yang dijalankan BSI tahun ini untuk mendukung Green Economy, yakni:

BSI punya program desa binaan BSI, yang tersebar di 12 provinsi, 22 kabupaten, dan 24 desa di seluruh Indonesia, dengan penerima manfaat sebesar 1.600 kepala keluarga lebih. Aneka klaster usaha yang dikelola masyarakat desa binaan meliputi pertanian, peternakan domba dan kambing, perikanan, peternakan sapi, pertanian, kopi, hingga ekowisata.

BSI memiliki Desa Berdaya BSI di Meunasah Asan Aceh Timur berhasil mengekspor perdana sebanyak 60 ton ikan bandeng ke Korea Selatan dan Jepang.

BSI memiliki program meningkatkan daya guna plastik yang diolah menjadi produk berdaya jual tinggi.

BSI menanam lebih dari 20.000 pohon bakau di pesisir pantai.

BSI Maslahat memberikan lebih dari 400 beasiswa bagi siswa kurang mampu.


Penutup

Mewujudkan green economy perlu kerja sama semua pihak. BSI telah mengawalinya dengan baik. Kita sebagai individu juga bisa berkontribusi dengan memilih bank yang mendukung program green economy seperti BSI, bepergian menggunakan transportasi umum untuk mengurangi polusi kendaraan, meminimalisir penggunaan kertas dan plastik, menghemat air, mematikan listrik yang tak diperlukan, dan masih banyak tindakan lain bisa kita lakukan supaya green economy terlaksana dengan baik. Sebab, konsep ekonomi hijau adalah motor utama pembangunan berkelanjutan jika ingin sumber daya alam bisa dinikmati hingga generasi mendatang.


Hanifah Nila, Blogger ISB

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT